Pengaruh Preloading terhadap Lama Waktu Konsolidasi Pada Tahap Preconstruction Studi Kasus Pesisir Kota Semarang
Abstract
Permasalahan tanah lempung lunak saat ini menjadi salah satu permasalahan tanah yang cukup mengkhawatirkan karena meningkatnya pemanfaatan kawasan tanah lunak untuk kebutuhan konstruksi Masalah utama pada tanah lempung lunak adalah sifatnya yang mudah menyerap air tetapi sukan untuk melepaskan air tersebut.. Jumlah tanah lunak yang cukup besar di area pesisir Kota Semarang, membawa implikasi bahwa di dalam proses pelaksanaaan konstruksi di area tersebut, perlu mempertimbangkan penurunan konsolidasi. Tanah lempung lunak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai konsolidasi 90%. Hal itu disebabkan karena permeabilitas pada tanah lempung lunak yang sangat kecil sehingga proses terdisipasinya air keluar cukup lama. Proses disipasi ini dapat dipercepat menggunakan rekayasa teknik, salah satunya dengan preloading. Proses ini akan lebih mempercepat proses konsolidasi. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh optimalisasi luasan timbunan terhadap penurunan tanah di pesisir Kota Semarang menggunakan metode analisa numerik. Dari hasil penelitian didapatkan berbagai variasi untuk luas timbunan untuk kedalaman tanah 20 meter dengan ukuran 30 x30 penurunan yang terjadi adalah 1.37 cm, ukuran 40 x 40 penurunan yang terjadi adalah 1.552 cm, ukuran 50 x 50 penuruan yang terjadi adalah 1.772 cm. Sedangkan untuk penurunan segara menurut steinbener