Dampak Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Terhadap Kesehatan Masyarakat.
Keywords:
Kabut Asap, Karhutla, Kalimantan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Kesehatan Masyarakat, Polusi UdaraAbstract
Kabut asap tebal akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan secara periodik memicu krisis kesehatan masyarakat karena mengandung partikel berbahaya (seperti PM2.5) dan gas beracun. Dampak kesehatan utama yang paling dominan adalah lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang sering menjadi penyakit endemik saat musim Karhutla. Selain itu, paparan asap secara signifikan memperburuk kondisi penderita penyakit paru kronis seperti Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Dalam jangka panjang, paparan berulang terhadap polutan asap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit serius, termasuk gangguan kardiovaskular (seperti penyakit jantung koroner dan stroke) dan potensi risiko kanker paru-paru. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi, bahkan memengaruhi pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kabut asap Karhutla merupakan masalah kesehatan publik serius yang memerlukan upaya pencegahan dan penanganan medis yang terpadu.