Transformasi pembelajaran sains berbasis isu perubahan iklim di SMA
Keywords:
perubahan iklim, pembelajaran sains, keberlanjutan, literasi iklim, eco-literate studentsAbstract
Perubahan iklim merupakan krisis ekologis abad ke-21 yang menuntut transformasi pembelajaran sains dari penguasaan konsep menuju penguatan literasi iklim dan perilaku berkelanjutan pada siswa SMA. Tulisan ini bertujuan (1) menegaskan urgensi pendidikan perubahan iklim, (2) memetakan pendekatan pembelajaran sains berorientasi keberlanjutan, dan (3) merumuskan model konseptual integratif untuk membangun siswa yang eco-literate (melek ekologi dan siap bertindak). Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir, dengan fokus pada climate change education, Education for Sustainable Development (ESD), dan inovasi pedagogi sains. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi isu perubahan iklim secara autentik dalam pembelajaran sains dapat menguatkan literasi ilmiah, kesadaran ekologis, penalaran berbasis bukti, serta agensi siswa (kemampuan mengambil peran dan keputusan). Penguatan tersebut lebih efektif ketika didukung strategi kontekstual, problem-based, dan kolaboratif melalui project-based learning, inquiry, pemanfaatan data lokal, serta media interaktif yang mendorong aksi dan refleksi. Berdasarkan temuan ini, diusulkan model konseptual dengan tahapan observasi–refleksi–aksi–publikasi disertai penilaian autentik (portofolio, jurnal reflektif, presentasi) untuk memastikan keterkaitan pengetahuan–nilai–tindakan. Implikasinya, guru perlu diposisikan sebagai fasilitator literasi iklim dan penggerak budaya sekolah hijau agar pembelajaran sains menjadi transformatif dan relevan dengan agenda keberlanjutan.