Pendidikan Lingkungan Berbasis Komunitas melalui Agroforestri Hatabosi di Tapanuli Selatan

Authors

  • Dakkal Harahap Postgraduate Doctoral Education Students, Universitas Muhammadiyah Malang Author
  • Baiduri Baiduri Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Malang Author
  • Rr Eko Susetyorini Department of Biology Education, Universitas Muhammadiyah Malang Author
  • Lud Waluyo Department of Biology Education, Universitas Muhammadiyah Malang Author
  • Atok Miftachul Hudha Department of Biology Education, Universitas Muhammadiyah Malang Author

Keywords:

Hatabosi, Agroforestri, Pendidikan Lingkungan Berbasis Komunitas, Ekologi Islam, Eko-pedagogi

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi nilai Hatabosi, suatu praktik agroforestri tradisional yang berakar pada kearifan lokal masyarakat Tapanuli Selatan ke dalam kerangka Community-Based Environmental Education (CBEE) yang memadukan dimensi ekologis, sosial, dan spiritual Islam. Dengan menggunakan desain kualitatif etnopedagogik dan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR), penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan diskusi kelompok terarah dengan petani lokal, tokoh agama, serta perwakilan Sumatra Rainforest Institute (SRI) yang terlibat dalam program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sarulla periode 2023–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Hatabosi bukan hanya praktik ekologis dan ekonomi, tetapi juga model eko-pedagogi yang menumbuhkan etika lingkungan melalui pembelajaran kolektif (eco-learning), tindakan sosial (eco-action), dan kesadaran spiritual (eco-worship). Nilai-nilai lokal seperti marsialapari (gotong royong), hamoraon-hagabeon-hasangapon (keseimbangan antara kesejahteraan, keturunan, dan kehormatan), serta tondi ni tano (roh bumi) berinteraksi dengan ajaran Islam seperti khalifah fil ardh, mizan, dan imaratul ardh, sehingga pelestarian lingkungan dipahami sebagai bentuk ibadah ekologis. Penelitian ini menawarkan model konseptual CBEE kontekstual berbasis Hatabosi yang mengintegrasikan budaya, spiritualitas, dan ekologi. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan wacana pendidikan lingkungan transformatif, serta menunjukkan potensi kearifan lokal berlandaskan iman dalam membangun masyarakat yang melek ekologi (eco-literate), bertanggung jawab sosial, dan berakar pada spiritualitas ekologis Nusantara.

Downloads

Published

2025-12-31