Pendekatan STEM sebagai kerangka pembelajaran berbasis analisis sitologi estrus dan gonadosomatic index pada tikus putih (Rattus norvegicus) guna memfasilitasi pemahaman konseptual mahasiswa
Keywords:
STEM, GSI, praktikum biologi, literasi sains, reproduksi mamaliaAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan data biologis empiris sebagai landasan pembelajaran STEM dalam praktikum identifikasi fase estrus pada tikus putih. Fokus kajian diarahkan pada kemampuan mahasiswa dalam menafsirkan preparat sitologi reproduksi dan menghubungkannya dengan indikator fisiologis. Empat ekor tikus digunakan untuk menghasilkan apusan vagina sebagai dasar identifikasi fase estrus, disertai pengukuran massa tubuh dan massa gonad untuk menghitung Gonadosomatic Index (GSI). Pendekatan deskriptif diterapkan sesuai dengan ukuran sampel yang terbatas, dengan mengintegrasikan analisis kuantitatif dasar dan pembacaan mikrograf sebagai acuan penentuan fase reproduksi. Nilai GSI berada pada rentang 0,09–0,22 persen dan konsisten dengan profil seluler yang mengarah pada fase proestrus, estrus, metestrus, dan diestrus. Selain menghasilkan data biologis, proses praktikum turut memberikan gambaran mengenai keterlibatan mahasiswa dalam pengamatan, penalaran data, dan penyusunan laporan sebagai bagian dari penerapan prinsip STEM yang kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa integrasi data empiris skala kecil dapat memperkuat pemahaman konseptual mahasiswa dan meningkatkan keterampilan analitik mereka. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa praktikum bersampel terbatas tetap memiliki nilai pedagogis yang signifikan dalam mendukung literasi sains dan penerapan pendekatan multidisipliner dalam pendidikan biologi.