Etnozoologi Makanan Tradisional Suku Rejang di Desa Tebat Monok dan Air Napal Provinsi Bengkulu
Keywords:
Etnozoologi, Makanan Tradisional, Suku Rejang, Konservasi HewanAbstract
Masyarakat lokal menggunakan berbagai jenis hewan sebagai bahan baku dalam masakan tradisional, di mana makanan tersebut mengandung unsur keragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara manusia dan hewan melalui studi etnozoologi makanan tradisional Suku Rejang di Desa Air Napal, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Wawancara melibatkan 20 orang responden atau informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 26 jenis makanan tradisional yang menggunakan 16 spesies hewan, meliputi ikan mas, nila, gabus, lele, betok, sepat, seluang, teri, udang, kersip, rusip, remis, kijing, keong mas, ayam kampung, dan sapi. Hidangan tersebut dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari maupun sajian upacara adat. Hewan yang digunakan dalam makanan tradisional diperoleh dari sungai, rawa, sawah, peternakan, dan pasar lokal. Bagian tubuh hewan yang dimanfaatkan meliputi daging dan seluruh tubuh. Berdasarkan data status konservasi IUCN, terdapat 14 spesies hewan berstatus Least Concern dan 12 spesies hewan berstatus Not Evaluated yang digunakan pada makanan tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuliner tradisional Suku Rejang memiliki nilai ekologis, sosial, dan budaya yang penting bagi pelestarian budaya serta konservasi sumber daya hayati lokal.