Manajemen Limbah Pengolahan Ikan sebagai Upaya Pengendalian Pencemaran lingkungan : Studi Kasus Pulau Bawean
Keywords:
limbah ikan, pemanfaatan limbah, pupuk organik, lingkungan pemukiman, Pulau BaweanAbstract
Pulau Bawean merupakan wilayah kepulauan yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada aktivitas perikanan dan pengolahan ikan sebagai sumber pangan serta usaha rumahan. Aktivitas tersebut menghasilkan limbah organik berupa kepala, tulang, sisik, kulit, dan sisa air pencucian ikan yang sebagian besar belum dikelola secara optimal dan masih dibuang langsung ke lingkungan sekitar pemukiman. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, menurunkan kualitas sanitasi, serta mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji manajemen limbah pengolahan ikan sebagai upaya pengendalian pencemaran lingkungan di Pulau Bawean melalui pendekatan studi literatur dan studi kasus deskriptif. Kajian dilakukan dengan menelaah artikel ilmiah nasional terakreditasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir serta dikaitkan dengan kondisi dan kebiasaan masyarakat Bawean. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah pengolahan ikan mengandung protein, nitrogen, fosfor, dan kalsium yang berpotensi dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna, seperti pupuk organik melalui proses fermentasi dan tepung ikan sebagai bahan pakan ternak. Pemanfaatan limbah ikan ini mampu mengurangi volume limbah, menekan bau tidak sedap, serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomis bagi masyarakat. Dengan demikian, manajemen limbah pengolahan ikan berbasis pemanfaatan dan partisipasi masyarakat dapat menjadi strategi efektif dalam pengendalian pencemaran lingkungan di Pulau Bawean.