Analisis Unplanned Shut Down Anjungan 38B Pertamina Madura Offshore Dengan Pendekatan Failure Mode Effect Analysis
Abstract
Industri minyak dan gas (MIGAS) di Indonesia, khususnya PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO),memiliki peran krusial dalam mendukung perekonomian nasional. Namun, permasalahan unplanned shut down pada Anjungan 38B menjadi tantangan yang signifikan, mengakibatkan penurunan produksi dan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan dampak dari unplanned shut down dengan pendekatan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Penelitian dimulai dengan pengumpulan data lapangan terkait kejadian shut down yang terjadi pada tahun 2022.Selanjutnya, analisis dilakukan menggunakan metode FMEA untuk mengidentifikasi mode kegagalan, penyebab, dan dampaknya. Penilaian dilakukan dengan menghitung Risk Priority Number (RPN) berdasarkan tiga kriteria: severity,occurrence, dan detection. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama penyebab unplanned shut down meliputi fasilitas fuel gas treatment yang kurang memadai (RPN 384), diameter pipeline yang terlalu kecil (RPN 288), dan source fuel gas basah (RPN 288). Dari hasil penelitian, disusun diagram Pareto untuk memprioritaskan masalah yang paling signifikan. Solusi yang diusulkan mencakup penambahan fasilitas fuel gas treatment dengan standing pipe filter dan modifikasi jalur pipeline untuk meningkatkan aliran gas. Dari penelitian ini didapatkan solusi dan hasil yaitu menambah fasilitas fuel gas treatment dengan membuat standing pipe filter dan melakukan modifikasi pada jalur pipeline. Kemudian LPO PHE-38B tahun 2023 tidak terjadi LPO akibat unplanned shut down, sehingga Reliability MTG tahun 2023 meningkat menjadi 100% akibat tidak terjadi unplanned shut down pada MTG. Selain itu pada akhirnya menurunkan potensi pekerja fatigue, dan menurunkan potensi terpapar cuaca buruk.