Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Sintasan dan Pertumbuhan Pasca Molting Kepiting Bakau Scylla serrata
Abstract
Keberhasilan budidayaSSepiting bakau ditunjukkan oleh pertumbuhan yang pesat dalam waktu singkat dan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, hanya dapat terjadi apabila terdapat kelebihan energi untuk hidup, perubahan kondisi lingkungan terutama salinitas akan berpengaruh pada besarnya energi yang dikonsumsi dan besarnya energi yang digunakan untuk osmoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap sintasan dan pertumbuhan pasca molting kepiting cangkang lunak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2022 di unit pertambakan di kelurahan Talaka. Penelitian ini dirancxang dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan (A) Pemberian pakan setiap hari, (B) pemberian pakan 1 kali dalam 2 hari, dan (C) Pemberian pakan 1 kali dalam 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sintasan yang dicapai pada semua perlakuan (A) 91.67 ± 14.43, (B) 91.67 ± 14.63 dan (C) 75.00 ± 25.00. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemberian pakan yang berbeda tidak berpengaruh pada sintasan dan juga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan lebar dan berat kepiting bakau pasca molting.