MAXIMUM POWER POINT TRACKING PADA PEMBANGKIT ANGIN MENGGUNAKAN BACKTRACKING SEARCH ALGORITHM

zulfatman zulfatman

Abstract


Angin yang bervariasi dapat mempengaruhi daya input dan output pada turbin angin. Sehingga dibutuhkan suatu sistem yang dapat menghasilkan daya maksimal untuk kecepatan yang bervariasi dari angin. Dengan mengendalikan, mengkonversi dan menangkap semaksimal mungkin kekuatan aerodinamis dalam kondisi angin yang bervariasi akan menghasilkan tenaga listrik dengan efisiensi tinggi dan optimal. Tujuan dari studi ini adalah mencari titik maximum power point tracking (MPPT) sistem turbin angin menggunakan backtracking search algorithm (BSA) dalam keadaan angin yang bervariasi. Sistem turbin angin berskala kecil ini dengan kapasitas 500 watt menggunakan generator berjenis Permanent Magnet Synchronous Generator. Jumlah output daya dari generator turbin angin terutama bergantung pada efisiensi dimana titik daya maksimum dilacak oleh pengontrol MPPT. Hal ini yang menjadi dasar untuk merancang sebuah system energi angin yang dilengkapi dengan MPPT berbasis Backtracking Search Algorithm dan diimplementasikan pada suatu rangkaian DC to DC converter jenis cuk konverter. Dari hasil pengujian terhadap sistem turbin angina dapat disimpulkan bahwa algoritma BSA mampu meningkatkan efisiensi daya keluaran konverter dari 84,5% sampai 85,5%, untuk kecepatan angin dari 8 m/s sampai 12 m/s.

Keywords


turbin angin; MPPT; konverter SEPIC; beban bervariasi; backtracking search algorithm

Full Text:

PDF

References


A. Rachman, “Analisis Dan Pemetaan Potensi Energi Angin Di Indonesia,” Skripsi tidak diterbitkan, p. 64, 2012.

P. Meteorologi, P. Instrumentasi, P. Betung, and T. Selatan, “Pemanfaatan wrf-arw untuk simulasi potensi angin sebagai sumber energi di teluk bone,” J. Mater. dan Energi Indones., vol. 05, no. 02, pp. 17–23, 2015.

Y. Xi, C. Pan, and Y. Hu, “Wind direction division of wind farm based on spontaneous aggregation characteristics of wind-direction data,” Chinese Control Conf. CCC, vol. 2019-July, pp. 3715–3720, 2019, doi: 10.23919/ChiCC.2019.8865891.

J. Baran and A. Jaderko, “A method of maximum power point tracking for a variable speed wind turbine system,” 2019 Appl. Electromagn. Mod. Eng. Med. PTZE 2019, no. 2, pp. 13–16, 2019, doi: 10.23919/PTZE.2019.8781745.

S. Kumari, V. Kushwaha, and T. N. Gupta, “A Maximum Power Point Tracking for a PMSG Based Variable Speed Wind Energy Conversion System,” 2018 Int. Conf. Power Energy, Environ. Intell. Control. PEEIC 2018, pp. 789–794, 2019, doi: 10.1109/PEEIC.2018.8665484.

O. Zebraoui and M. Bouzi, “Comparative study of different MPPT methods for wind energy conversion system,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 161, no. 1, 2018, doi: 10.1088/1755-1315/161/1/012023.

R. Ahmed, A. Naaman, N. K. M. Sirdi, A. K. Abdelsalam, and Y. G. Dessouky, “Sensorless MPPT technique for PMSG micro wind turbines based on state-flow,” 2014 Int. Conf. Renew. Energies Dev. Countries, REDEC 2014, pp. 161–166, 2014, doi: 10.1109/REDEC.2014.7038550.

A. Shahi and C. Bhattacharjee, “A study & analysis of fuzzy based P&O MPPT scheme in PMSG based wind turbine,” Int. Conf. Technol. Smart City Energy Secur. Power Smart Solut. Smart Cities, ICSESP 2018 - Proc., vol. 2018-Janua, no. 2, pp. 1–4, 2018, doi: 10.1109/ICSESP.2018.8376738.

M. L. Hakim and S. Handoko, “Analisis Perbandingan Buckboost Converter Dan Cuk Converter Dengan Pemicuan Mikrokontroller Atmega 8535 Untuk Aplikasi Peningkatan Kinerja Panel Surya,” Anal. Perbandingan Buckboost Convert. Dan Cuk Convert. Dengan Pemicuan Mikrokontroller Atmega 8535 Untuk Apl. Peningkatan Kinerja Panel Surya, vol. 18, no. 3, pp. 137–144, 2017, doi: 10.12777/transmisi.18.3.137-144.

M. Effendy, “Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan PENINGKATAN EFISIENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU DENGAN METODA MAXIMUM POWER POINT TRACKING MEMAKAI DC-DC CONVERTER BERBASIS FUZZY LOGIC EFFICIENCY IMPROVEMENT OF WIND POWER PLANT BY MAXIMUM POWER POINT TRACKING,” vol. 13, no. 2, pp. 79–88, 2014.

P. Civicioglu, “Backtracking Search Optimization Algorithm for numerical optimization problems,” Appl. Math. Comput., vol. 219, no. 15, pp. 8121–8144, 2013, doi: 10.1016/j.amc.2013.02.017.

A. M. Gakare and S. Kamdi, “A New Rectifier Stage Topology with SEPIC,” pp. 10246–10252, 2014.

A. Gofar and I. Anshory, “Simulasi Dan Implementasi Sistem SEPIC (Single Ended Primary Inductor Converter) Untuk Mengoptimalkan Keluaran Daya Photovoltaic (Panel Surya) Menggunakan Arduino Uno,” Univ. MUHAMMADIYAH SIDOARJO J., pp. 1–14, 2016.

N. B. Dawood, “Review of Different DC to DC Converters Based for Renewable Energy Applications,” Int. Res. J. Eng. Technol., pp. 47–50, 2016, [Online]. Available: www.irjet.net.

I. H. Do Nascimento Oliveira and N. Silva, “Maximum power point tracking of a wind generator using a SEPIC converter with LMI control,” 14th Brazilian Power Electron. Conf. COBEP 2017, vol. 2018-Janua, no. 2, pp. 1–7, 2017, doi: 10.1109/COBEP.2017.8257306.

C. Study, G. Genting, and E. Java, “Comparison of P & O and Inceremental Conductance Based Maximum Power Point Tracking for Wind Turbine Application in Remote Area,” 2018 IEEE Int. Conf. Innov. Res. Dev., no. May, pp. 1–6, 2018.




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i6.3865

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144