Pengujian Limbah Beton Sebagai Bahan Alternatif Agregat Berdasarkan Grafik Fuller

Lukito Prasetyo, Faris Rizal Andardi, Nurman Handitya Prima

Abstract


Pembangunan konstruksi jalan berkembang pesat setiap tahunnya, akan tetapi dunia konstruksi memiliki persoalan utama yaitu dalam ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA) yang terbatas, sehingga menuntut teknologi material yang inovatif serta ramah lingkungan. Hasil dari pemeriksaan abrasi yang telah dilakukan terhadap agregat kasar yang berasal dari limbah beton  Lanoratorium Teknik Sipil Universitas Muhamamdiyah Malang ditemukan nilai sebesar 23.5% (setelah dicuci), sehingga agregat kasar ini masih didalam nilai keausan yang diizinkan untuk beton kelas III yaitu dibawah 27% berdasarkan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Dalam pembuatan benda uji, sepenuhnya menggunakni material daur ulang untuk memenuhi kebutuhan agregat halus dan agregat kasar yang sebelumnya telah melalui tahap penyusunan dengan metode gradasi gabungan agregat fuller yang telah ditetapkan sehingga dapat dipertanggungjawabkan kelayakannya. Maka, beton daur ulang layak dijadikan rekomendasikan untuk komponen perkerasan kaku jalan skala ringan yang ramah lingkungan dengan menekan pemakaian bahan alam yang terbatas serta lebih ekonomis tanpa mengurangi durabilitas beton.

Keywords


Limbah Beton, Pengujian Agregat

Full Text:

PDF

References


A. Ismail, Ahmad Ghufron;Mustofa, “Pengaruh Beton Daur Ulang Dan Bahan Tambah Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Struktural Ramah Lingkungan,” J. Ris. Rekayasa Sipil, vol. 01, no. 1, pp. 59–63, 2017.

E. Arifi, “Pemanfaatan Fly Ash Sebagai Pengganti Semen Parsial Untuk Meningkatkan Performa Beton Agregat Daur Ulang,” Rekayasa Sipil, vol. 9, no. 3, pp. 229–235, 2015.

B. Sian, J. A. Tjondro, and R. Sidauruk, “Studi Eksperimental Karakteristik Beton dengan Agregat Kasar Daur Ulang dengan fc’= 25 MPa,” J. Tek. Sipil, vol. 9, no. 2, pp. 111–129, 2019.

A. Ullah, “Estimate the Compres Compressive sive and Flexural Strength Test of Natural and Recycle Concrete Aggregate,” Int. J. Trend Sci. Res. Dev., vol. 02, no. 03, pp. 1329–1332, 2018.

punusingon meri Apsari, handono banu D., and P. Ronny, “Uji Eksperimental Kuat Tekan Beton Daur Ulang,” Sipil Statik, vol. 7, no. 2337–6732, pp. 57–66, 2019.

S. Jenderal and D. Pekerjaan, “Departemen Pekerjaan Umum – Desember 2006,” in Pedoman Konstruksi dan Bangunan, 2006.

E. S. Sinaga, “Pengaruh Nilai Penetrasi Aspal dan Temperatur Pada Nilai Tahanan Gelincir Campuran Asphalt Concrete Wearing Coarse (AC-WC) Modifikasi,” 2012.

M. C. Rubio et al., “Kajian Laboratorium Sifat Marshall Dan Durabilitas Asphalt Concrete - Wearing Course ( Ac-Wc ) Dengan Membandingkan Penggunaan Antara Semen Portland Dan Abu Batu Sebagai Filler,” 2011.

Y. Basid, Abd., W, “Pengaruh Variasi Gradasi Agregat (Slag) Terhadap Kuat Tekan, Porositas, dan Kuat Tarik Belah Beton,” Media Tek. Sipil, vol. 3, no. 1, pp. 1–9, 2014.

SNI 2417 (Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles). 2008.

“SNI 1969 (Cara UJi Berat Jenis dan Agregat Kasar).” 2016.

T. Tjokrodimuljo, Teknologi Beton. Yogyakarta: Biro Penerbit, 2007.

“SNI 1970 (Metode Uji Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus).” 2016.




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i6.3832

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144