COMBINED ECONOMIC AND EMISSION DISPATCH MENGGUNAKAN FLOWER POLLINATION ALGORITHM PADA TRANSMISI 500 KV JAWA BALI

Suryo Probo Sugianto

Abstract


Kebutuhan energi listrik di Indonesia yang pertumbuhan kebutuhan energi listrik di Indonesia rata-rata 8.7% pertahun diperlukan adanya penambahan pembangkit listrik. Pembangkit listrik di Indonesia mayoritas adalah pembangkit termal yang menggunakan energi fosil sebagai bahan bakar yang biaya bahan bakar bergantung pada besarnya beban yang ditanggung oleh setiap unit pembangkit. Sehingga pengoptimalan daya setiap unit pembangkit agar biaya pembangkitan minimal menggunakan economic dispatch (EcD) diperlukan. Emission dispatch (EmD) adalah solusi,  agar emisi yang dihasilkan setiap unit pembangkit minimal sebagai upaya mengurangi dampak terhadap lingkungan karena pembakaran bahan bakar fosil menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan akibat emisi karbon dioksida (CO2) nitrogen oksida (NO2), dan sulfur oksida (SO2). Pengoptimalan gabungan antara biaya bahan bakar dan emisi setiap unit pembangkit menghasilkan suatu solusi baru yang disebut combined economic and emission dispatch (CEED). Penelitian ini merupakan penerapan combined economic and emission dispatch (CEED) menggunakan price penalty factor dilakukan pada sistem transmisi 500 kV jawa bali berdasarkan dokumen RUPTL PLN 2015-2024 tanpa mempertimbangkan kerugian daya. Metode heuristik yang digunakan yaitu flower pollination algorithm (FPA) dan metode konvensional yang digunakan yaitu lambda iteration. Dari hasil rata-rata simulasi flower pollination algorithm (FPA) lebih optimal 5,40258% dibandingkan dengan metode lambda iteration.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v%25vi%25i.3782

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144