Pemilihan Alternatif Penempatan lokasi Jembatan. Studi Kasus Jembatan Sambaliung – Gunung Tabur Kabupaten Berau

Moch. Amrodji

Abstract


Jalan Jembatan merupakan infrastruktur pada sistem transportasi berfungsi melayani distribusi barang dan orang. Mencermati pertumbuhan lalu lintas di Kota Tanjung Redeb yang semakin tinggi diperkirakan kapasitas lahan tidak mampu menerima volume lalu lintas dan terjadi kemacetan. Sehingga perlu dilakukan pembangunan jembatan baru, yang dapat mengurangi bertumpuknya jaringan jalan pada satu zona saja, tahap awal penelitian adalah mengumpulkan data sekunder berupa pertambahan penduduk dan kendaraan di kabupaten Berau, tata guna lahan dan rencana tata ruang dikawasan kecamatan Berau, Sambaliung dan kecamatan Gunung Tabur, dan data jaringan jalan. Data tersebut dipergunakan untuk menentukan wilayah kajian daerah dampak, membangun model  jaringan jalan serta menentukan survei lalu lintas primer. Untuk mengetahui permasalahan transportasi pada daerah penelitian, tahap lanjutan dilakukan analisis kinerja jaringan jalan yaitu analisis kinerja ruas jalan adapun  parameter yang di gunakan antara lain adalah volume kapasitas (V\C ratio). Analisa pada masing masing alternatif penempatan jembatan, didapatkan hasil: kondisi eksisting derajat kejenuhan yang mengalami penurunan paling besar yaitu pada ruas zona 5 ke zona 1; adapun kesimpulan akhir dari alternatif  penempatan lokasi jembatan, yaitu alternatif 1, memberikan pilihan yang terbaik.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i6.3741

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144