UPAYA MENGURANGI RISIKO KECELAKAAN PENGUNJUNG DENGAN HFACS DAN MORT

Dian Palupi Restuputri

Abstract


Adanya kecelakaan pengunjung diakibatkan oleh kenyamanan serta keamanan pengunjung yang kurang memadai. Hal ini dapat terjadi karena kesalahan manusia dan kesalahan pada manajemen Mall. Berdasarkan perstiwa kecelakaan pengunjung tersebut, untuk mengidentifikasi terjadinya kecelakaan pengunjung yang disebabkan oleh manusia maka diperlukan metode Human Factor Analysis Classification Systems (HFACS). Faktor yang paling dominan adalah unsafe acts sebanyak 37% yang merupakan kecerobohan manusia dan tindakan tidak aman yang dilakukan oleh manusia. Faktor lain terletak pada manajemen pusat perbelanjaan yang dapat digambarkan dengan Management Oversight and Risk Tree (MORT).Upaya perbaikan agar tidak terjadi kecelakaan pengunjung kembali dengan memperbaiki segala fasilitas Mall dan memberikan saran kepada pengunjung.

Keywords


kecelakaan pengunjung, manusia, manajemen mall, HFACS, MORT

Full Text:

PDF

References


Association, I. C. M. (2014). The Management Oversight and Risk Tree (MORT): Diakses di http://icma-web. org. uk/06-9_mort. html pada tanggal.

Cahyati, N. (2014). Peranan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Memperlancar Aktivitas Kerja Karyawan pada PT Sinar Sosro Pabrik Palembang. Politeknik Negeri Sriwijaya.

Fahd, M., Puspitasari, N. B., & Rumita, R. (2015). Analisis Kecelakan Kerja dengan Menggunakan Metode Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) dan 5WHYS di Divisi Stamping PT. Mekar Armada Jaya. Industrial Engineering Online Journal, 4(4).

Joka, S. (2016). Analisis Penerapan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Adi Satria Abadi Yogjakarta. UAJY.

Lesmono, A. T. (2017). Analisa Resiko Cedera Otot pada Operator Produksi Jqgung Marning dengan Metode Rapid Entire Body Assesment (Studi Kasus UKM. Jaya Barokah). University of Muhammadiyah Malang.

Naibaho, E. (2016). Analisis Safety Procedure dan Perancangan Sistem K3 Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control Dan Job Safety Analysis (Studi Kasus Pada Pt. Kuala Pelabuhan Indonesia). Universitas Widyatama.

Pratiwi, S. (2014). Analisis Penyebab Masalah dalam Pelaksanaan Risk Assessment Pada Direktorat Produksi PT. Dirgantara Indonesia (Persero) Berdasarkan Task Spesific Risk Assessment dari Management Oversight and Risk Tree (MORT) Tahun 2014.

Ramli, S. (2010). Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001. Jakarta: Dian Rakyat.

Ria, A. (2016). Tinjauan Terhadap Pelakasanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3) Pada PT PLN (Persero) WS2JB Area Palembang. Politeknik Negeri Sriwijaya.

Ridley, J. (2008). Ikhtisar Kesehatan & Keselamatan Kerja Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Shappell, S. A., & Wiegmann, D. A. (2000). The human factors analysis and classification system--HFACS.

Susihono, W., & Rini, F. A. (2013). Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Identifikasi Potensi Bahaya Kerja (Studi kasus di PT. LTX Kota Cilegon-Banten). Spektrum Industri, 11(2).




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i5.3181

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144