PERANCANGAN AWAL PENGEMBANGAN DISAIN KAIN LORENG MILITER MOTIF HUTAN SEMAK

Budiman Adi Setyawan

Abstract


Kain loreng adalah pakaian seragam tempur militer yang telah lama digunakan untuk penyamaran. Sesuai dengan namanya , pakaian ini sangat penting di dalam pertempuran karena dapat menyamarkan pemakainya dengan lingkungan medan tempur . Pemilihan loreng yang tepat di dalam pertempuran akan menyebabkan musuh sukar melihat pasukan lawan karena tersamar dengan lingkungan medan tempur . Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga memiliki banyak seragam loreng yang pada umumnya bercorak flora dan fauna. Hutan di Indonesia bermacam-macam , maka sebaiknya pakaian loreng dibuat dengan berbagai motif yang sesuai dengan medan tempur yang ada. Ada pun motif yang telah dibuat antara lain corak harimau,zebra,blood wine dsb. Pada umumnya kain loreng TNI terbuat dari bahan campuran poliester/kapas 35:65% dengan konstruksi anyaman plat. Perancangan awal pengembangan kain loreng bertumpu pada perubahan komposisi bahan dan anyaman yaitu poliester/kapas 65 : 35% dengan nomor benang lusi dan nomor benang pakan Ne1 20. Konstruksi anyaman keper 2/1. Sedangkan nomor benang lusi kain pembanding Ne1 40 dan pakan Ne1 20 . Dari hasil pengujuan menunjukkan bahwa berat kain/m2 (210,3 g) lebih ringan dari kain pembanding (233.1 g). Kekuatan tarik kain arah lusi/ 2.5 cm (90,29 kg) lebih tinggi dari pembanding (46.40 kg). Kekuatan tarik arah pakannya (41.18 kg) lebih tinggi dari pembanding (27.97 kg). Mulur arah Lusi (27.20 %) lebih tinggi dari pembanding (21.73 %) dan mulur arah pakannya (22.80%) lebih tinggi dari pembanding (10.93 %) . Dalam hal pengujian kekuatan sobek kain,kain sampel memiliki kekuatan sobek ke arah lusi 6761 g dan pakan 5261 g dari pada kain pembanding ke arah lusi 4547 g dan ke arah pakan 3274 g. Dalam hal ketahanan luntur warna terhadap pencucian baik sampel maupun pembanding memiliki nilai yang sama yaitu 4-5 pada skala abu-abu dan penodaan sedangkan daya tahan gosok kering dan basah kain sampel 4 dan 3-4 pada skala penodaan dari pada kain pembanding yaitu 3-4 pada gosokan kering dan 2-3 pada gosokan basah pada skala penodaan. Maka secara umum dapat disimpulkan bahwa kain sampel lebih baik dari pada pembanding dalam hal konstruksi, berat dan kekuatan serta dapat dilanjutkan dengan proses printing.

Full Text:

PDF

References


Loreng , 2012 , Wikipedia-Ensiklopedi Bebas – Id.wikipedia.org/wiki/loreng

Kamuflase ,2012, Wikipedia-Ensiklopedi Bebas- Id.wikipedia.org/wiki/kamuflase.

Military Camo Seragam Kamuflase Militer,2012,Sejarah Perang.com/category/seragam-

Kamuflase –militer Wikipedia-Ensiklopedi Bebas- Id.wikipedia.org

Multicam standar baru kamuflase militer,2012, www.eocommunity.com/shoethread.php?tid=21786

The special fabrics,2006,Textile for the special purpose ,Mc Grew Hill Corp.,NewYork.,201

Standar kain seragam TNI,2010,Standar-Standar Kain Khusus,BBIT Bdg.,17

Teknologi Pembuatan Benang , 2007, Teknologi Pemintalan, STT Bandung, 122

Teknologi Pembuatan Kain , 2007, Teknologi Pertenunan, STT Bandung , 104

Teknologi Pencelupan dengan Pewarna Bejana, 2007,Teknologi Pencelupan,STTT Bdg.,116

Teknologi Pencapan Pigmen , 2008 , Teknologi Pencapan dan Penyempurnaan , STT Bdg.,87

Teknologi Finishing , 2009, Teknologi Pencapan dan Penyempurnaan ,STT Bdg. ,93




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i4.2503

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144