ANALISIS WASTE PADA PROSES PRODUKSI DENGAN LEAN PRODUCTION

Shanty Kusuma Dewi

Abstract


Persaingan dalam bidang industri menuntut perusahaan agar mampu bertahan dan selalu meningkatkan efektifitas dan efisiensinya dalam menjalankan proses produksi. Pesatnya perkembangan dunia industri manufaktur juga menuntut pelaku industri harus siap menghadapi kompetisi dan selalu meningkatkan kinerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang dapat bersaing untuk mencari pasar konsumen yang tepat. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tidak efektif dan tidak efisiennya produktivitas ialah adanya waste(pemborosan) pada proses produksi. Untuk menghasilkan produk dengan cepat dan berkualitas banyak perusahaan manufaktur yang melakukan perubahan sistem untuk memperbaiki masalah – masalah yang ada, baik fisik maupun budaya secara drastis salah satunya dengan mengadopsi konsep lean. Penerapan lean production membuat pihak industri dapat mereduksi macam-macam pemborosan diantaranya, menekan waktu produksi, aktivitas-aktivitas yang tidak dibutuhkan dalam proses produksi, biaya produksi dan masih banyak lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah  mennganalisis pemborosan yang terjadi pada proses produksi  dengan menggunakan pendekatan lean  production. Dari hasil analisis process activity mapping didapatkan value added activity (VA) memiliki presentase tertinggi yaitu 67,13%. Sedangkan non value added activity (NVA) memiliki presentase sebesar 31,50% dimana hanya terdiri dari aktivitas delay. Sedangkan dari hasil pembobotan waste didapatkan waste yang terbesar adalah waste defect.

Keywords


waste, lean production, value added activity, non value added activity

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i4.2417

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144