FORMULASI PENGUATAN DINDING BLOK SILINDER DENGAN TEKNOLOGI DIASIL CYLINDER

Murjito Murjito, Ali Saifullah, Ali Mokhtar

Abstract


Blok silinder berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses kerja engine dimana pada bagian ini terjadi proses kerja proses kerja hisap, kompresi, kerja dan buang,  Oleh karena itu agar tidak terjadi kebocoran kompresi yang disebabkan oleh gesekan antara ring piston dan dinding silinder, diperlukan dinding silinder yang mempunyai nilai kekerasan yang tinggi dan nilai keausan yang rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai karakteristik sifat mekanik dan struktur mikro blok silinder bahan aluminium dan silicon.   Aluminium (Al) merupakan logam ringan yang mempunyai sifat tahan terhadap korosi, kuat, dapat di tempa, dan sifat hantaran listrik yang baik. Aluminium biasa dipergunakan untuk peralatan rumah tangga, material pesawat terbang, otomotif, kapal laut , konstruksi dan lain lain. Untuk mendapatkan peningkatan kekuatan mekanik, logam aluminium dipadukan dengan unsur Cu, Si, Mg, Zn, Mn, Ni, dan unsur lain. Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol Si dan nomor atom 14 merupakan unsur kedua paling berlimpah setelah oksigen di dalam kerak Bumi, mencapai hampir 25.7%. DiAsil merupakan metode produksi baru untuk mencapai keseimbangan yang sangat baik antara jenis paduan aluminium yang digunakan, efisiensi teknologi manufaktur dan dampaknya terhadap lingkungan, dan efisiensi pendinginan yang baik. Silinder DiASil awal diciptakan dengan proses injeksi dekat-vakum dan paduan aluminium dengan konten silikon 20%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi penggunaan variasi silikon terhadap sifat mekanik pada paduan aluminium. Aluminium dipadukan dengan variasi penambahan 15%, 20%, 25%, dan 30 %Si. Pengujian yang dilakukan yang dilakukan  Vickers pengujian kekerasan (metode vickers), impact, dan mikrostruktur. Nilai kekuatan tertinggi dan terendah masing diperoleh pada paduan Al-15 % Si dengan nilai 0,180 J/mm2 dan dengan penambahan Al- 30 % Si sebesar 0,167 J/mm2. Nilai kekerasan tertinggi dan terendah masing-masing diperoleh pada paduan Al- 30 % Si dengan nilai 117,372 VHN dan dengan penambahan Al-15 % Si sebesar 86,493 VHN.

Keywords


Aluminium, Silicon, DiAsil Cylinder, Sifat Mekanik

Full Text:

PDF

References


Anshari, irfan. 1996. Acuan Pelajaran Kimia 3. Jakarta: Erlangga.

ASM Internasional volume 2. 1990. Properties and Selection Non Ferrous Alloys and Special-Purpose.

ASM Internasional volume 2. 1990. Properties and Selection Non Ferrous Alloys and Special-Purpose.

DeGarmo, E. Paul. 1988. Materials and Processes in Manufacturing 7th edition. NewYork: Macmillan Publishing Company.

Hatch, John E. 1995. Creep Behavior of Al-Si Die-Cast Alloys. (Online) (http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium_alloy&oldid=665492777) diakses 12 Mei 2014

Kalpakjian, Sherope. 1991. Manufacturing Process for Engineering Materials Second Edition. USA: Addison-Wesley Publishing Company.Inc.

Modolfo, L.F. 1979. Aluminium Alloys: Structure and Properties, London: Butterworths.

Nadca, 1997. Effect of Molybdenum and Cobalt Addition on Structure and Mechanical Properties of Aluminium.

Smallman. Tanpa Tahun. Aluminium Casting, diakses 05 juni 2014.

Surdia, Tata. 1985. Teknik Pengecoran Logam. Jakarta: Pradnya Paramita.




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i4.2333

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144