4 UNIT CYCLONE SEBAGAI OPTIMALISASI VENTILASI TOILET GEDUNG TINGGI

GUNAWAN GUNAWAN

Abstract


Penggunaan energy untuk pengkondisian udara, akan senantiasa teriring oleh meningkatnya Gas Rumah Kaca, yang berdampak  menipisnya lapisan Ozon di Atmosfer. Fenomena ini ke depan akan semakin memprihatinkan, utamanya di perkotaan yang sarat bangunan tinggi. Maka para arsitek beserta stakeholder-nya perlu melakukan upaya  ragam inovasi serta kreasi yang berbasis pada tindakan hemat energy. Keberadaan shaft atau sistem struktur core pada bangunan tinggi (high rise building) dimana bentuknya telah menyerupai cerobong menjulang mengikuti ketinggian bangunan, dapat  dimulti fungsikan sebagai komponen system penghawaan alamiah dengan menambahan beberapa elemen duct vertical dan horizontal, Coviclone (cyclone). Dimana Coviclone tersebut merupakan pengembangan dari Cevikom (Cerobong Ventilasi Komunal), yang dikhususkan untuk gedung tingkat tinggi. Dengan metoda penghawaan alamiah ini, diasumsi dapat terjadi pertukaran udara sedikitnya pada area toilet. Fungsionalisasi shaft atau core sebagai cerobong penghawaan alamiah dimaksudkan sebagai upaya penambah perbendaharaan Green Architecture. Penelitian yang dmaksudkan untuk mengkaji sejauh mana tingkat efektivitas penggunaan inovasi tersebut (Coviclone). Adapun kegiatan yag dilakukan adalah membuat 2 buah Cyclone tambahan yang ditumpukan pada corong penampung yang telah terpasang sebelumnya di Gedung Ad-Tauhid berlantai 13 (tiga belas) yang berlokasi di komplek Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, sehingga jumlahnya  menjadi 4 Cyclone. Efektivitas penggunaan peralatan tambahan tersebut dapat menciptakan penghawaan alamiah, akan terbukti bermanfaat, indikatornya adalah jika di area toilet terbebas dari bau tidak sedap (busuk). Untuk mengetahui hal tersebut, informasi akan diperoleh melalui instrument pertanyaan yang diedarkan kepada  responden pengguna toilet gedung tersebut dalam pengaktifan Cyclone yang bervariasi yakni tanpa Cyclone, dengan 2 Cyclone dan dengan 4 Cyclone

Keywords


penghawaan alamiah, corong, inovasi, bervarian

Full Text:

PDF

References


Proceeding:

Daryanto. Fasade Gedung Kantor Bertingkat Ramah Lingkungan. “Prosiding Seminar Nasional. Teknologi Ramah Lingkungan dalam Pembangunan Berkelanjutan”. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Institut Teknologi Nasional Malang. 2010.

Gunawan, Fibria CN. Efektifitas Cerobong Cyclone sebagai Ventilasi Toilet untuk Arsitektur Hijau. Prosiding Seminar Nasional ReTII ke 12, STTN (Sekolah Tinggi Teknologi Nasional) Yogyakarta. Teknologi Ramah Lingkungan dalam Pembangunan Berkelanjutan. Yogyakarta. 2017.

Gunawan, Arifin MS, 2010. Rumah Bercerobong sebagai Upaya Optimalisasi Ventilasi Silang. “Prosiding Seminar Nasional. Teknologi Ramah Lingkungan dalam Pembangunan Berkelanjutan” Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Institut Teknologi Nasional Malang. 2010.

Mustika, Ni Wayan Meidayanti. Strategi Desain Bentuk Bangunan High Rise untuk Efisiensi Energi di Iklim Panas Lembab. Seminar Nasional dan Teknologi Rancang Bangun. Denpasar. 2010.

Santoso, Mas, ed. Nezar Al Sayyad. Environmental Factors in Traditional Environment. Rethingking Environmentally Responsible Architecture, A Case of Traditional Architecture in the Tropic of Indonesia. (International Association for the study of Traditional Environments) University of California. Berkley. 1996.

Santoso, Mas, ed. R.Aynsley. Climatic Design for Warm Humid Climates. Proceeding Tropical Architecture Workshop. 1993.

Texbooks:

Frick, Heinz dan Mulyani, Tri Hesti. Arsitektur Ekologi Kanisius. Yogyakarta. 2006.

Lippsmeir, Georg. Tropenbau Building in the Tropics. Munchen: Verlag Georg DW Callway. 1989.




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i4.2247

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144