SEAKEEPING KAPAL PERIKANAN 30 GT DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR

Sabaruddin Rahman, Andi Haris Muhammad, Daeng Paroka, Syarifuddin Dewa

Abstract


Hasil tangkapan nelayan umumnya mengalami penurunan saat terjadi cuaca buruk di lautan. Hal ini dikarenakan kecepatan angin yang tinggi dan diikuti oleh gelombang yang relatif besar mengakibatkan pergerakan kapal juga besar dan tidak teratur pada enam derajat kebebasan. Sehingga mengakibatkan nelayan tidak dapat mengoperasikan peralatan tangkap dengan baik saat bekerja. Pada kondisi terburuk, mereka tidak dapat melaut karena pertimbangan keselamatan di laut. Studi ini mengevaluasi kriteria seakeeping kapal perikanan. Kapal yang digunakan adalah tipe perikanan tangkap berbahan dasar kayu (wooden fishing boat) berbobot 30 GT yang dioperasikan di selat Makassar. Perubahan ukuran lambung kapal dilakukan dengan penambahan dan pengurangan masing-masing sebesar 5% dan 10% terhadap panjang kapal dengan mempertahankan bobot kapal. Hal ini dilakukan untuk menguji kelayakan ukuran yang sudah ada dibandingkan dengan alternatif ukuran tersebut. Simulasi gerakan heaving dan pitching dilakukan menggunakan program Seakeeper pada kondisi arah pergerakan kapal berlawanan dengan arah gelombang (head seas). Sementara pergerakan rolling pada kondisi beam seas. Parameter gelombang yang digunakan diperoleh dari ERA Interim data server. Evaluasi gerakan tersebut dinilai berdasarkan Respond Amplitude Operator (RAO) dan motion sickness incidence (MSI). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai RAO kapal E lebih kecil dibanding kapal C. Namun berdasarkan nilai MSI, unjuk kerja kapal C lebih baik dibanding kapal lainnya. Nilai MSI yang berada pada rentang 10% sampai 20% menunjukkan bahwa pada kondisi ekstrim, kapal kurang nyaman dioperasikan.

Full Text:

PDF

References


Faturachman, D., Mustafa, S. Sea transportation accident analysis in Indonesia. Procedia Social and Behavioral Sciences. 2012; 40: 616-621.

ISO. Evaluation of human exposure to whole-body vibration-Part 3: Evaluation of whole-body z-axis vertical vibration in the frequency range 0.1 to 0.63 Hz. 1985.

Sarioz, K. dan Narli, E. Effect of criteria on seakeeping performance assessment. Ocean Engineering. 2005; 32: 1161-1173.

O’Hanlon, J.,F., dan McCauley, M.,E. Motion sickness incidence as a function of the frequency and acceleration of vertical sinusoidal motion. Aerospace Medicine. 1974; April: 366-369.

Zaraphonitis, G., Papanikolaou, A. On the numerical prediction of seakeeping and of structural loads of high-speed vessels. Applied Ocean Research. 2004; 26: 274-287.

Tello, M., e Silva, S.,R., Soares, C.,G. Seakeeping performance of fishing vessels in irregular waves. Ocean Engineering. 2011; 38: 763-773.

Sayli, A., Alkan, A.,D., Ganiler, O. Nonlinear meta-models for conceptual seakeeping design of fishing vessels. Ocean Engineering. 2010; 37: 730-741.

Ozum, S.,Sener, B., Yilmaz, H. A parametric study on seakeeping assessment of fast ships in conceptual design stage. Ocean Engineering. 2011; 38: 1439-1447.




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i1.2097

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144