PERILAKU JOINT BALOK TINGGI DAN KOLOM BETON BERTULANG AKIBAT PENGEKANGAN

Ninik Catur E. Y, Agus Subiyanto

Abstract


Sambungan balok- kolom merupakan bagian penting konstruksi portal beton bertulang. Pada balok tinggi, sambungan ini rawan terhadap keruntuhan akibat tegangan geser. Metode pengekangan (confinement) dilakukan untuk memperbaiki perilaku sambungan balok tinggikolom saat menerima beban. Pengekangan dilakukan pada bagian jalur tekan balok dan kolomagar inti beton lebih berperan dalam menerima tegangan tekan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Benda uji berupa 15 buah model joint balok tinggi dan kolom beton bertulang dengan fc’= 25 MPa. Ukuran balok tinggi adalah 14x25x60 cm dan ukuran kolom 25x25x100 cm. Pengamatan dilakukan terhadap joint tanpa kekangan, joint dengan kekangan pada daerah jalur tekan balok serta joint dengan kekangan pada daerah jalur tekanbalok dan jalur tekan kolom . Variasi jarak pengekangan 65 mm dan 32,5 mm. Titik beban diberikan pada balok dengan rasio a/d = 0,83. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa kekangan pada balok tinggi dan kolom menyebabkan peningkatan kapasitas geser, kapasitas lentur, serta daktilitas balok tingg. Peningkatan maksimum untuk kapasitas geser dan lentur terjadi pada joint dengan kekangan pada bagian balok. Besarnya peningkatan kapasitas geser yang terjadi sebesar 36% dan untuk lentur sebesar 24 %. Untuk pengekangan pada kolom tidak memberikan hasil peningkatan kapasitas geser dan lentur yang signifikan, namun mengakibatkan perubahan daktilitas danperilaku joint saat menerima beban statis. Perubahan perilaku ini ditunjukan oleh pola retak sebelum runtuh dan besarnya deformasi yang terjadi. Model keruntuhan yang terjadi akibat pengekangan pada balok dan kolom mengalami perubahan yang sangat signifikan. Pada joint dengan kekangan pada balok, keruntuhan terjadi secara cepat sesaat setelah terjadi rambatan dan lebar retak yang besar pada joint dengan kerusakan terjadi pada bagian balok. Sedangkanpada joint dengan kekangan pada bagian balok dan kolom, deformasi yang terjadi lebih besar seiring peningkatan kapasitas beban hingga tercapai keruntuhan.

Full Text:

PDF

References


B.R Niranjan, S.S Patil, (2012), " Shear Strength Prediction of Deep Beams by Softened Truss Model", IOSR Journal of Mechanical and Civil Engineering (IOSR-JMCE), ISSN: 2278-1684 Volume 4, Issue 1 (Nov. - Dec. 2012), PP 01-06

James K. Wight and James G. Mac Gregor, (2012), "Reinforced Concrete Mechanics and Design", Pearson Education, Inc., New Jersey, pp. 908-922

Singh, B, Kaushik SK, Naveen KF, Sharma S, 2006, "Design of a Continuos Deep Beam Using The Strut and Tie Method", Asian Jornal of Civil Engineering (Building and Housing), Vol. 7, No. 5, p. 461-477

M. Nadim Hassoun, (2002), "Structural Concrete Theory and Design", Prentice Hall, pp. 229-234

107, No. 6, November-December 2010. pp. 709-717.

Teng, Susanto., Fung-Kew.K., Soon-Ping. P., Lingwei W.G, and Tan K.H, 1996, "Performance of Strengthened Concrete Deep Beams Predamaged in Shear", ACI Structural Journal, Vol.93, No.2, March-April 1996, pp159-171.




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i1.2083

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144