PENGELOLAAN ALAT BERAT UNTUK PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA KONSTRUKSI PADA PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT JANTUNG TERPADU TAHAP 2 RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

Josefine Ernestine Latupeirissa, Helen Adry Sopacua

Abstract


Kegiatan pelaksanaan proyek konstruksi adalah suatu kegiatan yang kompleks, tidak berulang dan memiliki karakteristik tertentu. Dalam pelaksanaan kegiatannya dibutuhkan sumberdaya seperti peralatan yang akan menghasilkan suatu bentuk parmanen konstruksi. Sumberdaya peralatan digunakan antara lain pada proyek jalan, jembatan maupun high rise building. Untuk high rise building salah satu peralatan yang dibutuhkan adalah Tower Crane yaitu alat yang digunakan untuk mengangkat material secara vertikal dan horisontal ke suatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Bagaimana pengelolaan peralatan Tower Crane untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja pada Pembangunan Gedung Pusat Jantung Terpadu Tahap 2 RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, maka dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi Penempatan Alat Berat tersebut dalam rangka Pencegahan Kecelakaan Kerja Konstruksi. Kebutuhan data primer adalah melakukan pengamatan langsung di lokasi proyek serta wawancara dengan pihak terkait sedangkan data sekunder yaitu data dari pelaksana proyek berupa dokumen kontrak dan laporan harian yang digunakan untuk melakukan evaluasi pengelolaan tower crane dalam konteks keselamatan kerja berdasarkan standar keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia. Hasil penelitian menyatakan bahwa penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam pengelolaanperalatan Tower Crane pada proyek ini oleh PT. X yang ditinjau berdasarkan : 1) Proses kontrol sistem keselamatan dan kesehatan kerja adalah telah diterapkan dengan sangat baik, 93%, 2) Aspek SMK3 berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: Per.05/Men/1996 yaitu 97% masuk kategori sangat baik, 3) Aspek K3 berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: Per.05/Men/1985 yaitu 88% masuk kategori sangat baik,dan 4) Aspek K3 berdasarkan Permenaker No: Per.01/Men/1980 yaitu 91% masuk kategori baik sekali.

Full Text:

PDF

References


Ervianto, Wulfram I. (2005). Manajemen Proyek Konstruksi, Edisi Revisi, Andi Offset, Yogyakarta

Hendrickson, C (2003), Project Management for Construction. First Edition. Carnegie Mellon University, Pittsburgh. PA. 15213. ISBN. 0-13-731266-0

Muhammad Abduh, Rizky J. S, Bobby Boris, (2010). Pengelolaan Faktor Non-Personil Untuk Pencegahan Kecelakaan Kerja Konstruksi.KonTekS4. Bali. 2010. Hal. M-255. ISBN.978-602- 8566-61-2

Sugiyono, (2009).Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung

Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia (2014).1 Orang Pekerja Di Dunia Meninggal Setiap 15 Detik Karena Kecelakaan Kerja DIPUBLIKASIKAN PADA: SELASA, 28 OKTOBER 2014 10:48:00

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: Per.05/Men/1996

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: Per.05/Men/1985

Permenaker No: Per.01/Men/1980




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i1.2063

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144