PENGGUNAAN ABU AMPAS TEBU DAN SUPERPLASTICIZER SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN BETON NORMAL

Rofikatul Karimah, Yusuf Wahyudi

Abstract


Permasalahan limbah abu ampas tebu hasil sisa pembakaran yang didapat dari pabrik gula hanya dihampar dipekarangan dan tidak dimanfaatkan sehingga dapat mencemari udara karena ukurannya yang halus dan mudah berterbangan. Abu ampas tebu termasuk jenis limbah yang banyak mengandung silika (SiO2), aluminat (Al2O3), Ferrit (Fe2O3) yang merupakan bahan utama pembentuk semen portland (Rofikatul dan Yusuf 2014). Pembakaran abu ampas tebu memiliki unsur yang bermanfaat untuk peningkatan kekuatan beton karena mempunyai sifat pozzolan,akan tetapi abu ampas tebu yang dibakar pada suhu 800 0C mngalami peningkatan nilai absorbsi mengakibatkan kebutuhan air pada campuran meningkat sehingga karakteristik kuat tekan beton terganggu untuk itu perlu dilakukan upaya untuk memberi bahan tambah berupa superplasticizer. Bahan tambah jenis superplasticizer diharapkan mampu memperbaiki kekurangan dalam penggunaan abu ampas tebu dalam campuran beton. Penelitian ini akan melihat sejauh mana penambahan abu ampas tebu dan superplasticizer sebagai bahan tambah pada campuran beton normal. Benda uji yang dibuat pada penelitian ini sejumlah 72 silinder ukuran 150 mm x 300 mm,mutu beton 20 Mpa dan diberi superplasticizer sebanyak 0,5% dan 1 % dari berat semen Penambahan superplasticizer diberikan pada campuran beton dengan variasi abu ampas tebu yang dipakai pada penelitian ini,masing masing 0% sebagai acuan, 2,5%, 5%, dan 7,5% dari berat Dari hasil penelitian di dapatkan nilai kuat tekan terbesar pada substitusi abu ampas tebu 2,5% di setiap variasi penambahan superplasticizernya. Nilai absorbsi terkecil pun didapatkan pada substitusi abu ampas tebu 2,5% pada setiap variasi suprplasticizer yang diberikan.

Full Text:

PDF

References


Ardiyati Putri, 2013. “Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi Nano dan Bahan Tambah Superplasticizer Terhadap Kuat Tekan Beton”. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang. [2] Departement Pekerjaan Umum, SII 00520-80, “Mutu dan Cara Uji Agregat Beton”. [3] Dipohusodo, Istimawan, 1999, Struktur Beton Bertulang, Gramedia Jakarta. [4] Hidayati,Nurwahyu,2010. “Pengaruh Penambahan Abu Ampas Tebu Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Beton”. Jurnal Universitas Sumatera Utara. [5] Mulyono T, 2003, “Teknologi Beton”, Penerbit Universtas Negeri Jakarta, Jakarta. [6] Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI), 1982, Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jendral Cipta Karya, Bandung. [7] Pujianto As’at, 2011. “Beton Mutu Tinggi dengan Admixtures Superplasticizer dan Additif Silicafume”. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika. [8] Rompas Gerry P, dkk 2013. “Pengaruh Pemanfaatan Abu Ampas Tebu Sebagai Substitusi Parsial Semen Dalam Campuran Beton Ditinjau Terhadap Kuat Tarik Lentur dan Modulud Elastisitas”. Jurnal Sipil Statik. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi, Aceh. [9] Susanti RD, 2014. “Pengujian Waktu Pemeraman Terhadap Kuat Tekan Beton Dengan Penambahan Abu Sekam”. Jurnal Teknik Sipil, Institut Teknologi Medan, Sumatra Utara. [10] Tjokrodumuljo, Kardiyono, 1992, Buku Ajar Teknologi Beton, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. [11] Wahyudi,L Dan Rahim, S 1999, Struktur Beton Bertulang, PT Gramedia Pustaka, Jakarta. [12] “Teknik Sipil dan Arsitektur”, http://www.ferryndalle.com/search/label/Beton diakses tanggal 27 November 2041.




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i2.1820

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144