PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP MASSA DEPOSIT BAHAN BAKAR SOLAR (B0) DAN BIODIESEL (B100)

Bambang Sugiarto, M. Taufiq Suryantoro, Zofarizal Gusfa, Danniel Christian, Bintang Samudra

Abstract


Pembentukan deposit pada ruang bakar selain ditentukan oleh faktor jenis bahan bakar juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, antara lain suhu ruang bakar, suhu impingement area dan juga pola spray bahan bakar. Pendekatan tetesan bahan bakar pada plat panas (model tetesan Yusmady) kurang menghasilkan karakter deposit yang mirip dengan deposit yang dihasilkan oleh engine riil. Untuk itu pendekatan dengan suhu panas seperti di riil engine dibutuhkan untuk memperoleh deposit yang semirip mungkin dengan deposit yang terbentuk di riil engine. Dengan variasi suhu ruang diperoleh deposit yang berbeda beda struktur dan pola pembentukan depositnya. Potensi pembentukan deposit dari bahan bakar biodiesel (B100) dikaji dengan melakukan proses deposisi dan evaporasi bahan bakar pada plat stainless steel (SS) yang ditempatkan pada hot room temperature test rig. Dari hasil penelitian terlihat pada suhu yang sama waktu evaporasi B100 lebih panjang dari solar (B0). Berdasarkan penelitian bahwa suhu evaporasi sangat berpengaruh terhadap waktu evaporasi jumlah/ massa deposit yang terbentuk pada plat. Semakin tinggi suhu ruangan uji semakin pendek waktu evaporasi dan semakin sedikit deposit yang terbentuk.. Hal tersebut mendukung hasil penelitian di riil engine.

Full Text:

PDF

References


Ma’ruf, M., 2015. Efek penggunaan aditif antioksidan terhadap pembentukan deposit biodiesel, kajian pada plat panas dan mesin diesel. Depok. Departemen Teknik Mesein Universitas Indonesia

. Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2014). Kajian Supply and Demand energi. Jakarta: Author [3]. Hariadi, Ahmad. 2012. Cara Kerja Mesin Diesel (Belajar Otomotif IV), [Online], (http://knowledgemention.blogspot.co.id/2012/09/cara-kerja-mesin-diesel.html, diakses tanggal 29 Mei 2016) [4]. Sugiarto, B.,2005, Motor Pembakaran Dalam Universitas Indonesia. [5]. ___.2013.Cara Kerja Mesin Diesel - Bagian I. [Online], (http://infotambang.com/cara-kerja-mesin-diesel-bagian-i-p232-148.htm, diakses tanggal 29 Mei 2016) [6]. Trioktavianto. 2012. Prinsip Mesin Diesel, [Online], (http://trioktaviyanto38.blogspot.co.id/2012/05/prinsip-mesin-diesel.html, diakses tanggal 29 Mei 2016)

. Munson, Bruce R, et al. (2009). Fundamentals of Fluid Mechanics (6th ed.). USA: John Wiley & Sons, Inc [8]. Chevron (2007). Diesel Fuels Technical Review. [Online], (https://www.chevron.com/-/media/chevron/operations/documents/diesel-fuel-tech-review.pdf, diakses tanggal 15 Juni 2016) [9]. Berthiaume, David & Tremblay, Alain. (2006). Study of the Rancimat Test Method in Measuring the Oxidation Stability of Biodiesel Ester and Blends. OLEOTEK, Inc., & Natural Resources, Canada. [10]. Frankel, E.N., Lipid Oxidation, 2nd edition, edited by PJ Barnes & Associates, The Oily Press, Bridgwater, England, 2005




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i2.1799

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144