EFEK KECEPATAN PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN FCAW PADA PLAT BAJA A36

Moh. Jufri, Nur subeki, Arizal Asfat

Abstract


Teknik pengelasan paling banyak digunakan untuk penyambungan logam,  terutama di konstruksi jaringan perpipaan. Kualitas hasil pengelasan yang dilakukan  manual salah satunya ditentukan oleh  operator sehingga  para ahli pengelasan meningkatkan kualitas produksi yaitu dengan desain alat bantu pengelasan ini selain bertujuan  menggantikan fungsi dari bagian tubuh manusia (operator) juga dapat  menanggulangi distorsi bukling, rambatan retak,tegangan sisa dan dapat mengurangi tambahan pekerjaan tambahan yaitu perlakuan panas setelah pengelasan (PWHT). Metode yang sangat bagus untuk menanggulangi distorsi bukling dari plat tipis dengan cara dengancara preheating dan thermal tensioning. Thermal tensioning adalah karakterisasi oleh aplikasi dari bantuan panas selama proses pengelasan. Transient thermal tensioning merupakan alat bantu disekitar daerah pengelasan yang diberikan panas secara periodik mengikuti gerakan busur las. Metode penelitian ini merupakan  penelitian eksperimen  meliputi  pengujian performace alat bantu pengelasan dilakukan dengan variasi kecepatan 6,7 dan 8 mm/s pada  temperatur transient  200oC dengan touct pemanas 8 cm. Sampel hasil pengelasan kemudian  dilakukan pengujian distorsi, tarik dan kekerasan. Hasil penelitian  menunjukkan  nilai distorsi terendah 0,01 mm di dapat pada kecepatan 7  mm/s dengan temperatur pemanas 2000C dan posisi jarak flame 8cm dengan kelengkungan tertinggi 3,8 mm. Nilai kekerasan tertinggi  pada kecepatan pengelasan 6 mm/s dengan temperatur pemanas 2000C dan jarak flame 8cm sebesar 259,271 kg/mm2 dan tegangan tarik    kecepatan pengelasan 6 mm/s dengan temperatur 2000C dan jarak flame 8cm, dengan nilai tegangan tarik luluh (yield) sebesar 360,761 Mpa dan nilai tegangan tarik maksimum sebesar 463,286 Mpa. 

Full Text:

PDF

References


]A.S.Mohruni, B.H.Kembaren (2015), Pengaruh Variasi Kecepatan dan Kua Arus Terhadap Kekerasan, Tegangan Tarik, StrukturMikro Baja Karbon Rendah dengan Elektroda E6013

Agus Duniawan, Sutrimo,(2014), Pengaruh Kecepatan Arus Pengelasan dan Panas Masuk Terhadap Sifat Mekanis Logam Las Pada Pengelasan SAW Baja Karbon ASTM 29

Alfin Aprilianto,(2015), Pengaruh perubahan temperatur transient di sekitar pengelasan dengan Las FCAW terhadap sifat mekanik pada bahan baja carbon A36.

Harlian Kadir, Gunawan Dwi Haryadi, Sri Nugroho, Kim Jeon (2014), Pengaruh Variasi Kecepatan Pengelasan GMAW Baja Tahan Karat Austenitik AISI 316L Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik

HeriWibowo, M.NoerIlman, Priyo Tri Iswanto (2016), analisa heat input pengelasan terhadap distorsi, struktu rmikro dan kekuatan mekanis baja A36

Naryono, FaridRakhman (2014), Pengaruh Kecepatan Pengelasan Pada Penyambungan Plat Baja SA36 Menggunakan Elektroda E6013 dan E7016 Terhadap Kekerasan, Struktur Mikro dan Kekuatan Tariknya.

Nur Subeki, (2011), Optimalisasi komposisi kandungan mn pada filler untuk mendapatkan ketangguhan dan kekerasan.

NurSubeki,(2013), Pengaruh pengelasan FCAW tanpa dan dengan penambahan panas terhadap perubahan sifat mekanik dari struktur mikro sambungan las.

Rendy Setio P, Tjuk Oerbandono,Purnami,(2015), Pengaruh Kecepatan Pengelasan dan Jenis Elektroda Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan SMAW Baja ST 60

Weldy Sonaria Winarko, 2011, Stress Relief Annealing untuk uji kekerasan dan mikrostruktur pada hasil pengelasan (SAW) Piapa Baja Api 5L-X65.JIS,1973,"Non Ferous Metal", Japanise International Standart.

Wiruyosumarto, H. dan Okumura, T, 2000, Teknologi pengelasan logam, PT. Pradya Paramita, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.22219/sentra.v0i3.1445

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


________________________________________________________________________________________

Seketariat

Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang 65144