PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS REMIDI UNTUK MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA KATEGORI LAGGARD

Julan Hernadi

Abstract


Sejauh ini ukuran keberhasilan kuantitatif pembelajaran khususnya matematika masih menggunakan standar tunggal yang berlaku secara nasional. Materi belajar dan buku paket siswa dibuat seragam dengan standar yang cukup tinggi dan sangat tebal. Faktanya masih sangat banyak siswa tergolong laggard yaitu siswa yang sangat lamban menangkap pelajaran dan siswa golongan ini dipastikan sangat sulit memahami buku paket tersebut sekalipun atas bimbingan guru. Mereka ketinggalan dari siswa yang lebih cerdas dan akibatnya mereka mungkin dianggap oleh guru sebagai siswa bodoh. Celakanya lagi kalau mereka sendiri percaya bahwa mereka lebih bodoh dari temantemannya. Padahal “sejatinya tidak ada siswa yang bodoh”, begitulah slogan yang sering dilontarkan oleh para praktisi pendidikan. Faktanya siswa kategori laggard ini memikili rasa percaya diri rendah yang memperburuk kinerja belajar mereka. Karena itu perlu upaya untuk mengatasi kesulitan belajar siswa kategori laggard dalam mata pelajaran matematika melalui pendekatan psikologi, yaitu mengubah fixed-mindset menjadi growth-mindset. Makalah ini membahas model kelas remidi untuk siswa yang tidak mampu tuntas belajar matematika pada kelas regular. Isu ini penting terkait kebijakan pemerintah melalui Permendikbud 14/2018 tentang sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan menghasilkan kelas dengan tingkat heterogen tinggi. Ini artinya siswa dengan kategori laggard akan tersebar pada secara merata pada sekolahsekolah yang ada.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.