INKUIRI TERBIMBING VS VERIFIKASI BERMAKNA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF

Kartika Kartika, Effendy effendy, Yahmin Yahmin

Abstract


Pemahaman siswa terhadap materi kimia ditunjukkan oleh hasil belajar kognitif. Siswa yang belum memahami materi kimia dengan baik akan memperoleh hasil belajar kognitif yang kurang baik, begitu juga sebaliknya. Banyak model pembelajaran inovatif yang disarankan untuk memudahkan siswa memahami materi kimia. Saat ini, model yang sering diterapkan dalam penelitian adalah inkuiri terbimbing. Meskipun sudah banyak model pembelajaran inovatif yang disarankan, namun sebagian besar guru masih menerapkan pembelajaran verifikasi. Pembelajaran verifikasi kurang mendukung siswa dalam memahami materi kimia dengan baik karena kurang melibatkan siswa. Pembelajaran yang kurang melibatkan siswa merupakan pembelajaran yang kurang bermakna. Dengan membuat verifikasi menjadi bermakna, diharapkan dapat memudahkan siswa memahami materi kimia seperti halnya inkuiri terbimbing. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk melihat perbedaan hasil belajar kognitif siswa menggunakan inkuiri terbimbing dan verifikasi bermakna, khususnya pada materi Larutan Penyangga. Penelitian ini menggunakan post tes only control group design. Penelitian ini dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan program Kimia Analisis. Hasil belajar kognitif siswa diukur menggunakan tes two tier sebanyak 16 item. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa menggunakan inkuiri terbimbing dan verifikasi bermakna.

Keywords


hasil belajar kognitif; inkuiri terbimbing; verifikasi bermakna

Full Text:

PDF