AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HIDROLISAT PROTEIN BUNGKIL NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum)

Ratih Restiani

Abstract


Meningkatnya kebutuhan manusia akan pemenuhan senyawa antioksidan alami yang lebih aman dalam bidang industri makanan dan kesehatan mendorong upaya eksplorasi lebih besar untuk dapat memperoleh sumber antioksidan baru. Salah satu alternatif senyawa antioksidan alami yang potensial saat ini adalah hidrolisat protein. Hidrolisis protein secara enzimatis telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas antioksidan hidrolisat protein. Besarnya derajat hidrolisis (DH) dalam proses hidrolisis protein mempengaruhi aktivitas antioksidan dari hidrolisat protein yang dihasilkan. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan hidrolisat protein yang diperoleh dari hasil hidrolisis protein bungkil nyamplung menggunakan bromelain pada berbagai level derajat hidrolisis. Metode pengujian aktivitas antioksidan yang dilakukan terhadap hidrolisat protein bungkil nyamplung meliputi radical scavenging activity (RSA) menggunakan DPPH, reducing power dan pengukuran total fenol. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa semakin meningkatnya derajat hidrolisis (1,20 - 6,43 %) berpengaruh terhadap peningkatan radical scavenging activity (% RSA) yaitu sebesar 39,82% diikuti dengan peningkatan reducing power sebesar 0,382 dan total fenol (15,73 mg GAE/gr).

Keywords


aktivitas antioksidan; bungkil nyamplung; hidrolisat protein

Full Text:

PDF