SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KONFLIK SOSIAL KEAGAMAAN DI YOGYAKARTA

Surwandono ., Sidik Jatmika

Abstract


Artikel ini hendak menjelaskan tentang relevansi pengelolaan konflik dengan menggunakan system informasi dan tehnologi. Sistem informasi konflik dibangun oleh team dari Magister Ilmu Politik dan hubungan internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan menggunakan basis Transcend Model yang dikembangkan oleh Johan Galtung dan dikombinasikan dengan model SAT (structural, accelerator, trigger) yang dikembangkan oleh Ichsan malik. Sistem informasi konflik menggunakan pendekatan legal formal, di mana fihak yang melaporkan data konflik adalah dari kalangan pemerintah daerah di level kecamatan, dan level di atasnya di kabupaten/kota melakukan supervisi dan mengkordinasikan dengan fihak terkait untuk pengambilan keputusan yang efektif. Sistem informasi konflik mampu menampilkan data konflik dalam sejumlah grafis berupa peta yang di-link-an dengan google maps, table polygon dengan variasi secara real time. Dengan system informasi konflik akan memudahkan para pengambil keputusan untuk mengamati dinamika perilaku konflik social keagamaan, melacak sumber-sumber penyebab konflik dan mengambil keputusan yang tepat dan terukur.

Keywords


Sistem informasi konflik, managemen konflik, social and religious conflict.

Full Text:

PDF