Upaya Konservasi dan Pengelolaan Habitat Penyu Laut melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat

Wahyu Prihanta, Amir Syarifuddin, Ach. Muhib Zainuri

Abstract


Terdapat tujuh spesies penyu laut di dunia, enam di antaranya ada di Indonesia dan empat spesies yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu blimbing (Dermochelys imbricate), penyu sisik (Eretmochelys imbricate) dan penyu abu-abu (Lepidochelys olivaceae) diketahui bertelur di Pantai Taman, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Setiap jenis penyu diklasifikasikan sebagai terancam, terancam punah, dan sangat terancam punah. Ancaman terhadap penyu laut meliputi 1) perburuan yang sangat intensif  karna nilai ekonomi telur, daging dan cangkangnya, 2) pembangunan pantai yang berakibat hilangnya habitat bertelur penyu, 3) lalu-lintas kapal, 4) adanya serangan beberapa pemangsa, dan 5) perubahan iklim. Upaya untuk menjaga agar keberadaan penyu laut tetap berlangsung telah dilakukan di Pantai Taman, antara lain: menjaga pantai tempat penyu bertelur, membuat daerah penetasan telur buatan dan membuat kolam pembesaran tukik sebelum dilepaskan kembali ke lautan. Upaya konservasi penyu terbilang sukses dengan kegiatan ekowisata sebagai penunjang dananya.

Keywords


penyu laut, terancam, konservasi, ekowisata, daerah peneluran.

Full Text:

PDF