Integrasi Produksi-Persediaan-Distribusi pada Supply Chain PT. Semen Padang Unit Packing Plant Teluk Bayur

Annisa Kesy Garside, Rince Novita

Abstract


National Conference: Design and Application of Technology 2010 Integrasi Teluk Bayur_National Conference2010   Integrasi Produksi-Persediaan-Distribusi pada Supply Chain PT. Semen Padang Unit Packing Plant Teluk Bayur   Annisa Kesy Garside , Rince Novita Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang Jalan Raya Tlogomas No. 246,  Malang 65144, Indonesia Telp. (0341) 464318    Fax. (0341) 460435 Email : annisa_garside@yahoo.com ABSTRAK Packing Plant Teluk Bayur merupakan anak perusahaan PT. Semen Padang yang melakukan kegiatan pengantongan semen  yang selanjutnya akan didistribusikan melalui jalur laut ke beberapa Gudang Penyangga (GP) yang tersebar di pulau Sumatra.  Permasalahan yang terjadi pada supply chain perusahaan saat ini adalah kuantitas pengiriman yang besar ke Gudang Penyangga sehingga menimbulkan persediaan dan  biaya transportasi yang tinggi. Hal ini disebabkan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kegiatan produksi dan distribusi masih dilakukan secara terpisah sehingga keputusan produksi yang dilakukan Packing Plant kurang dipertimbangkan dampaknya terhadap persediaan dan pendistribusian semen ke Gudang Penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk  mengembangkan model integrasi produksi –persediaan-distribusi sehingga dapat mengurangi total biaya produksi, biaya pengiriman dan biaya penyimpanan baik di level Packing Plant maupun Gudang Penyangga. Model integrasi produksi – persediaan-distribusi dikembangkan pada sebuah Supply Chain yang terdiri dari satu pabrik  pengantongan semen yang akan mengirimkan dua jenis  semen yaitu OPC dan PPC dengan menggunakan 5 kapal yang memiliki kapasitas muatan berbeda ke empat Gudang Penyangga  yaitu Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung selama tiga periode perencanaan yaitu bulan September sampai November tahun 2009. Model diformulasikan sebagai Mixed Integer Programming (MIP) dengan fungsi batasan (1) Jumlah semen curah  yang dikirim tidak melebihi kapasitas sillo Packing Plant , (2) total waktu pengantongan semen tidak melebihi kapasitas waktu produksi di Packing Plant, (3) Jumlah semen yang dikemas  di Packing Plant tidak melebihi kapasitas produksi maksimum di Packing Plant, (4) Keseimbangan persediaan di Packing Plant, (5) Keseimbangan persediaan di GP, (6) Safety stock diakhir periode di Packing Plant, (7) Safety stock diakhir periode pada masing-masing Gudang Penyangga, (8) jumlah persediaan di Packing Plant tidak melebihi kapasitas gudang Packing Plant, (9) persediaan dimasing-masing GP tidak melebihi kapasitas gudang, (10) total pengiriman tidak melebihi kapasitas muatan tiap kapal dan (11) total waktu pengiriman tidak melebihi waktu yang tersedia di tiap kapal. Dengan  menggunakan bantuan software LINGO diperoleh solusi jumlah produksi,  persediaan di Packing Plant, persediaan di masing - masing GP, kuantitas dan jumlah pengiriman untuk tiap jenis kapal. Total biaya produksi, penyimpanan dan transportasi yang dikeluarkan supply chain setelah menerapkan model Integrasi Produksi -  Distribusi sebesar Rp. 8.074.330.000, sehingga terjadi penurunan biaya sebesar Rp 4.980.897.751 atau  38.15% dari biaya awal yang harus dikeluarkan supply chain PT. Semen Padang unit Packing Plant Teluk Bayur. Kata kunci : Integrasi produksi – distribusi, supply chain, packing plant, mix integer programming,   LINGO

Keywords


Integrasi produksi – distribusi, supply chain, packing plant, mix integer programming, LINGO

Full Text:

pdf