Cover Image

PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI PROGRAM AKSELERASI (DITINJAU DARI KEBIJAKAN BSNP DAN KESIAPAN SEKOLAH SEBAGAI PENYELENGGARA PROGRAM)

Siti Maimunah

Abstract


Seminar Nasional Kekerabatan"Optimalisasi Potensi Siswa Gifted"Malang, 18 Mei 2013Penyelengara: Fakultas Muhammadiyah Malang dengan Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI)  PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI PROGRAM AKSELERASI(DITINJAU DARI KEBIJAKAN BSNP DAN KESIAPAN SEKOLAH SEBAGAI PENYELENGGARA PROGRAM) Siti MaimunahFakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah MalangSitimaimunah20@gmail.comProgram akselerasi muncul bagai jamur, hampir semua sekolah ataupun madrasah negeri berupaya untuk memberikan program layanan tersebut. Hal ini bukannya buruk, akan tetapi ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan apakah ini menjadi suatu kebutuhan ataukah hanya sebatas ikut-ikutan saja. Permasalahan muncul ketika tahun 2013 BSNP mengeluarkan kebijakan bahwa siswa akselerasi yang mau mengikuti ujian akhir nasional harus memenuhi IQ 130. Kondisi ini membuat sekolah kebingungan untuk memenuhi standart tersebut, karena beberapa sekolah telah menerima akseleran dengan skor IQ yang kurang dari130. Sampel dalam penelitian ini adalah beberapa sekolah di wilayah Jawa Timur yang sudah menjalin kerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Data diperoleh melalui wawancara dan menggunakan beberapa dokumen penting lainnya.Hasil penelitian menujukkan bahwa banyak sekolah yang merasa keberatan dengan kebijakan BSNP yang memberikan aturan skor IQ minimal 130 bagi akseleran yang mau mengkuti ujian. Kondisi ini membuat beberapa sekolah mengambil jalan yang kurang pantas untuk dilakukan, antara lain yaitu meminta tes kecerdasan ulang, meminta lembaga psikologi untuk merubah hasil atau menaikkan skor IQ dari hasil sebelumnya, bahkan ada salah satu sekolah yang berani merubah skor IQ hanya untuk memenuhi standart BSNP dan agar siswanya bisa mengikuti ujian akhir. Hal ini masih berlanjut hingga pertengahan tahun ini dimana proses penjaringan akseleran sudah mulai dilakukan. Ketidakpahaman program penyelenggara mengenai pentingnya identifikasi awal untuk menentukan akseleran, membuat mereka meminta secara terbuka kepada lembaga psikologi untuk bisa melakukan tes ulang atau menambahkan skor IQ. Bahkan ada beberapa sekolah yang meminta untuk try out atau latihan tes terlebih dahulu. Hal ini semua dilakukan agar sekolah tetap bisa membuka kelas akselerasi, karena sekolah merasa nama baiknya menjadi turun ketika tahun sebelumnya ada program akselerasi dan tahun berikutnya menjadi tidak ada. Sekolah merasa kesulitan untuk menjalankan program akselerasi ketika yang terjaring hanya sedikit. Selain itu ada beberapa hal yang terkait dengan faktor internal sekolah kenapa program akselerasi harus ada setiap tahunnya. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena sekolah seharusnya berfungsi sebagai media yang melayani siswa, bukan memaksakan siswa untuk mengikuti program yang diadakan pihak sekolah.  Kata kunci : Problematika, implementasi, program akselerasi

Keywords


Problematika, implementasi, program akselerasi

Full Text:

PDF