PENGGUNAAN MEDIA TIRUAN SEBAGAI ALTERNATIF MENGEMBANGKAN KESADARAN METAKOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN PAKEM IPA SD

Yuni Pantiwati

Abstract


Media tiruan sering disebut sebagai model. Belajar melalui model dilakukan untuk pokokbahasan tertentu yang tidak mungkin dapat dilakukan melalui pengalaman langsung atau melaluibenda sebenarnya. Penggunaan media tiruan membutuhkan perhatian selain pembuatannyajuga cara menggunakannya agar pembelajaran efektif. Media tiruan sebagai alat bantu siswadalam memahami konsep, oleh karena itu juga berperan dalam mengembangkan kesadaranmetakognitif siswa. Kesadaran metakognitif adala kesadaran bagaimana berpikir, dalampembelajaan dapat juga diartikan sebagai kesadaran bagaimana belajar.Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Kedua sifat tersebutmerupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatanpembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus dikembangkan untuk menfasilitasikedua sifat tersebut. memecahkan masalah memerlukan kemampuan berpikir kritisdan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatifpemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasaingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu,tugas guru adalah mengembangkannya, Ruang kelas yang menarik merupakan hal yangsangat disarankan dalam PAKEM.Lingkungan fisik, sosial, atau budaya merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahanbelajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai sumberbelajar. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senangdalam belajar. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilanseperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis,mengklasifikasikan, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.

Keywords


media tiruan, PAKEM, kesadaran metakognitif

Full Text:

PDF