Penggunaan Berbagai Dosis Infus Buah Okra (Abelmoschus esculentus) untuk Penurunan Kadar Gula Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperglikemia

Siti Zaenab

Abstract


Menurut survei dari WHO yang dikutip oleh Depkes (2005), Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita DM terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat. Diabetes Mellitus dapat menyerang segala lapisan umum dan sosial ekonomi. Jumlah penyandang diabetes terutama diabetes tipe 2 makin meningkat di seluruh dunia terutama di negara berkembang karena perubahan gaya hidup salah yang menyebabkan obesitas.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan berbagai macam dosis Buah Okra (Abelmoschus esculentus) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) hiperglikemia, dan untuk mengetahui dosis terbaik dari infus buah okra yang dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus).Jenis penelitian ini adalah true experimental, terdiri dari 5 kelompok perlakuan, (P0-, P0+, P1, P2, dan P3) yaitu kontrol negatif, kontrol positip, pemberian infus buah okra sebanyak 2 ml/ hari , pemberian infus buah okra sebanyak 3 ml/ hari dan pemberian infus buah okra sebanyak 4 ml/ hari masing-masing kelompok terdiri dari 5 kali ulangan. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang, pada bulan April sampai Juni 2017. Metode pengumpulan data dengan mengukur penurunan kadar glukosa darah tikus putih yang sudah diberi perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan SPSS.Hasil dari penelitian adalah berbagai macam dosis infus buah okra dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih hiperglikemia. Terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan P1, P2 dan P3 dalam penurunan kadar gula darah tikus putih. Dosis infus buah okra terbaik yang dapat menurunkan kadar gula darah tikus putih adalah pemberian infus buah okra dengan dosis 4 ml/hari yaitu sebesar 203.2 mg/ dl.

Keywords


kadar gula darah, tikus putih hiperglikemia, infus buah okra.

Full Text:

PDF