Upaya Pencegahan Diare Pada Anak di Pemukiman Padat Penduduk Kota Malang

Edi Purwanto

Abstract


Rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia mencuci tangan pakai sabun salah satu penyebab penyakit diare. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk mencuci tangannya dengan sabun masih sangat rendah. Hanya sekitar 5 persen orang sadar akan pentingnya mencuci tangan karena alasan kesehatan. Selebihnya mencuci tangan jika merasa tangan mereka bau. Sedangkan di pedesaan lebih buruk lagi, warga pedesaan tidak terbiasa mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. UNICEF awal tahun 2007 melakukan survey di Yogyakarta. Hasilnya 27 persen anak sekolah yang mencuci tangannya saat beristirahat. Penelitian juga mendapati hanya 55 persen sekolah yang memiliki fasilitas untuk mencuci tangan dan hanya 9 persen sekolah yang menyediakan sabun untuk cuci tangan. Metode penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif. Tempat penelitian ini dilaksanakan di pemukiman padat penduduk di Kota Malang. Waktu Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan total 30 pertanyaan. Perijinan pada pemerintah kota Malang, kemudian kelurahan yang termasuk dalam cluster sampling. Pemilihan responden dilakukan secara acak, dilakukan dengan mendatangi ke rumah tempat tinggal, kemudian responden diminta untuk mengisi kuesioner. Mayoritas responden mempunyai pengetahuan yang baik tentang diare (n=70, 73%). Mayoritas responden mempunyai perilaku pencegah diare yang baik (80%).

Keywords


Pencegahan, diare, perilaku, pemukiman padat penduduk

Full Text:

PDF