Urgensi Pendidikan Seksual yang Islami untuk Anak

Nurul aini

Abstract


Salah satu kebudayaan asing yang ditiru oleh sebagian remaja saat ini adalah perilaku seks bebas (Kusmiran, 2014). Kartono menjelaskan (dalam Indrastuti et al, 2014) bahwa perilaku seks bebas adalah hubungan seks secara bebas dan merupakan tindakan hubungan seksual yang tidak bermoral, terang-terangan dan tanpa malu-malu sebab didorong oleh hawa nafsu seks yang tidak terintegrasi, tidak matang, dan tidak wajar. Perilaku seks bebas mencakup berbagai macam bentuk perilaku seks diantaranya berpelukan, berciuman, meraba tubuh, dan bersenggama. Berdasarkan penelitian Verma et al (2011) di Bhavnagar city, Gujarat terdapat berbagai permasalahan yang dapat di muncul karena seks bebas meliputi : seks komersial, pelecehan seksual, penyalahgunaan obat, kekerasan gender, praktik tradisional berbahaya, perilaku seks tidak aman, kehamilan remaja, aborsi tidak aman, serta ISR/IMS/HIV/AIDS.Hasil survei dari BKKBN yang menyatakan bahwa separuh dari perempuan lajang dikota besar khususnya Jabotabek kehilangan keperawanan dan melakukan hubungan seks pranikah. Tak sedikit pula yang hamil diluar nikah. Rentang usia yang melakukan seks pranikah berkisar antara 13 - 18 tahun. Di wilayah lain di Indonesia seperti Surabaya perempuan lajang yang sudah kehilangan keperawanan mencapai 54 %, Bandung 47 %, dan Medan 52 %. Data ini dikumpulkan BKKBN sepanjang kurun waktu tahun 2010. Di kota Malang didapatkan jika angka permohonan dispensasi kawin meningkat sebesar 40% pada periode Januari hingga Agustus 2014 dengan jumlah pemohon 70 orang, 50% dari data tersebut terjadi pada remaja yang hamil di luar nikah. Hal ini menunjukkan remaja yang menikah sebelum waktunya semakin meningkat (Radar Malang, edisi Minggu, 5 Oktober 2014).

Keywords


.

Full Text:

PDF