Efektifitas Fisioterapi Dada Terhadap Penurunan Gejala Faringitis Pada Penambang Belerang di Kawah Ijen Banyuwangi

DYoyok Bekti Prasetyo

Abstract


Penggunaan terapi fisioterapi dada dapat menurunkan gejala faringitis dikarenakan terapi tersebut dapat membantu dalam mengeluarkan penumpukkan sekret yang menumpuk di faring. Penumpukkan sekret yang semakin banyak dapat mengakibatkan beberapa kompikasi yang lebih parah seperti, asma, pneumoni dan bronkhitis. Fisioterapi dada adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh perawat yang bertujuan untuk mengencerkan atau mengeluarkan sekret di saluran pernafasan, fisioterapi dada terdiri dari 3 tindakan, yaitu : postural drainase, perkusi, dan vibrasi yang diikuti dengan nafas dalam dan batuk efektif (Soemantri, 2007).Penggunaan fisioterapi dada untuk menurunkan gejala faringitis sangat mudah dan murah untuk diterapkan oleh petugas kesehatan maupun penderita sebagai terapi, karena terapi fisioterapi dada ini hanya terdiri dari 3 teknik yaitu perkusi, vibrasi dan batuk efektif. Definisi dari fisioterapi dada adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan volume paru, menurunkan beban kerja pernafasan, dan membersihkan sekret yang tertumpuk di saluran pernafasan (Mitra, 2007). Menurut (Asmadi, 2008), fisioterapi dada adalah suatu tindakan keperawatan yang terdiri dari fibrasi, perkusi, dan postural drainase. Umumnya ketiga tindakan tersebut dilakukan bersamaan dengan nafas dalam dan batuk efektif (Somantri, 2008).Perkusi dada adalah tindakan yang memberikan tepukan pada dinding dada menggunakan telapak tangan. Perkusi dada secara mekanis dapat membantu melepaskan sekret yang menumpuk. Clapping tidak dapat dilakukan pada pasien emboli paru, hamorragi, eksaserbasi, dan nyeri hebat (pasien kanker) (Hidayat & Ulliyah, 2005). Menurut Somantri (2008), untuk melakukan perkusi dada, tangan dibentuk menyerupai manguk dengan jari yang difleksikan (menekuk jari kedalam) dan mempoisikan ibu jari bersentuhan dengan telunjuk. Perkusi dada mekanis dapat merontokkan atau melepaskan sekret yang menumpuk. Fibrasi dada digunakan untuk memperlancar turbulensi udara ekshalasi untuk menghilangkan sekret. Setelah pasien melakukan inhalasi dalam dan ekshalasi, dada difibrasi dengan kontraksi relaksasi cepat menggunakan otot lengan dan bahu perawat. (Hidayat & Ulliyah, 2005).

Keywords


.

Full Text:

PDF