PEMBUATAN BAWANG MERAH GORENG UNTUK MENGURANGI KEHILANGAN HASIL DI SAAT PANEN RAYA

Aniswatul Khamidah, Widya Sari Murni

Abstract


Bawang merah merupakan komoditas yang masa simpannya pendek. Umbinya mudah busuk karena kadar airnya tinggi. Pada saat panen raya, produksi bawang merah melimpah, harga jualnya turun sehingga mengakibatkan kerugian pada petani. Untuk mengatasinya perlu adanya pengolahan bawang merah diantaranya menjadi bawang merah goreng karena bawang merah goreng sering digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu masakan maupun ditambahkan pada menu makanan sehari-hari. Pemupukan merupakan salah satu usaha yang penting untuk meningkatkan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan anorganik terhadap kadar air, warna dan tingkat kesukaan bawang merah segar maupun goreng. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pasca Panen Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Jawa Timur pada bulan April sampai Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kali ulangan. Perlakuan meliputi dosis pupuk anorganik pada beberapa taraf yaitu A). Tanpa pupuk anorganik (P0 = 0% pupuk anorganik); B). Pupuk anorganik 50% (P1 = 50 kg N ha-1 + 25 kg P2O5 ha-1 + 35 kg K2O ha-1) dan C) Pupuk anorganik 100% (P2 = 100 kg N ha-1 + 50 kg P2O5 ha-1 + 70 kg K2O ha-1). Analisa meliputi kadar air dan warna untuk bawang merah segar maupun merah goreng. Uji organoleptik menggunakan metode “Hedonic” untuk mengetahui tingkat kesukaan bawang merah goreng berdasarkan parameter warna, aroma, tekstur, rasa dan kesukaan penampilan secara umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai dosis pupuk anorganik berpengaruh terhadap kadar air dan warna bawang merah segar maupun goreng. Tetapi perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh terhadap tingkat kesukaan bawang merah goreng. Berdasarkan uji organoleptik, secara umum panelis menyukai bawang merah goreng pada perlakuan B yaitu dosis pupuk anorganik 50%; dengan nilai kesukaan terhadap warna, rasa, tekstur, aroma dan penampilan secara umum pada bawang merah goreng berturut-turut sebesar 3,8 (artinya suka); 3,7 (suka); 3,7 (suka); 3,9 (suka) dan 3,8 (suka). Nilai kadar air bawang merah segar pada perlakuan B yaitu 82,7%; nilai tingkat kecerahan 40,45; a = 26,90 dan b = 1,25. Sedangkan bawang merah goreng pada perlakuan B mempunyai nilai kadar air 0,7%; tingkat kecerahan L = 38,95; a =17 dan b = 18,50.

Keywords


bawang merah, bawang merah goreng, uji organoleptik

Full Text:

PDF