RELASI KERJASAMA ELIT KAPITALIS DENGAN ELIT LOKAL TAMBANG EMAS (STUDI KASUS) TIMIKA PAPUA

Yonas Yanampa, Tri Sulistyaningsih, Asep Nurjman

Abstract


Relasi kerjasama antar elit, bergerak di bidang industri tambang emas, telah melibatkan berbagai stakeholder. Tujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk relasi kerjasama elit kapitalis dengan elit lokal tambang emas Timika Papua. Panggung perusahan PT.Freeport Indonesia merupakan perusahan Amerika yang sampai kini telah berlangsung berhasil mengekspolorasi dan eksploitasi sumber daya alam (SDA), meskipun tantangan eksternal dan internal siliberganti. Kehadiran perusahanjuga memberikan dampak positif dan negatif terhadap kondisi daerah baik ditingkat lokal maupun nasional. Sebagai dampak positif adalah saling menguntungkan keuangan antarnegara dalam politik ekonomi. Sementara dampak negatif adalah kondisi masyarakat lokal dialienakan, diskriminasi, intimidasi dalam perspektif, ekonomi, politik dan lingkungan. Makna kerjasama antar elit, dapat menciptakan dunia lapangan kerjasama, menurunkan tingakat kemiskinan, pengangguran, dan sehingga secara tidak langsung mengubah paradigma sosiokultur masyarakat feodalisme dapat meningkatkan etika dan nilai kolektivitas masyarakat semakin bertambahdalam kehidupan dinamika politik ekonomi makro maupun mikro. karakteristik kapitalis pada prinsipnya mencari keuntungan sebesar-besarnya untuk mencapai tujuansenantiasa memanfaatkan berbagai stakeholder.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dimana tipe penelitian tersebut merupakan penelitian yang mendeskripsikan, menjelaskan, menjabarkan tentang bentuk-bentuk relasi kerjasama antar elit kapitalis dengan elit lokal Timika Papua. Adapun penelitian yang dimaksud akan pengumpulkan data secara seksama akurat dan sistematis dengan cara memahami dan mendalami kasus, dan fokus pada pengumpulan data akurat yang benar-benar terjadi dilapangan.Metode analisa data yang digunakan adalah metode kualitatif berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa kerjasama antar elit kapitalis dengan elit lokal di wilayah Timika papua merupakan perjuangan dan persaingan politik ekonomi antar negara disebabkan karena kepentingan keuangan pemerintah serta berbagai kelompok masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dari hasil industri tambang sedang eksplotasi. Sementara kerusakan lingkungan dan komoditas-komoditas masyarakat lokal dialienasi, sehingga masyarakat lokal melakukan demontrasi maka timbul konflik pertambangan antara perusahan dengan masyarakat lokal (akar rumput) menjadi potensi. Tetapi perusahan industri tambang tersebut mampu pengendalian konflik akhirnya konflik vertikal menjadi sesuatu yang baik untuk memperbaiki kinerja demi mencapai tujuan perusahan PT.Freeport Indonesia.

Keywords


Relasi Kerjasama, Elit Kapitalis, Elit Lokal, Tambang Emas, Timika Papua

Full Text:

PDF