KARAKTERISTIK DAN KUALITAS SILASE TEBON JAGUNG (Zea mays) MENGGUNAKAN BERBAGAI TINGKAT PENAMBAHAN FERMENTOR YANG MENGANDUNG BAKTERI LIGNOCHLORITIK

Imbang Dwi Rahayu, Lili Zalizar, Aris Widianto, Muhammad Ivan Yulianto

Abstract


Telah dilakukan percobaan pembuatan silase tebon jagung (Zea mays) dengan penambahan fermentor Lignochloritik. Digunakan metode percobaan, Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 4 perlakuan, 2 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari R0= tebon jagung + molases 5 % + dedak 3 %tanpa fermentor, R1= tebon jagung + molases 5 % + dedak 3 % + fermentor 10 ml, R2 = tebon jagung + molases 5 % + dedak 3 % + fermentor 20 ml dan R3 = tebon jagung + molases 5 % + dedak 3 % + fermentor 30 ml. Parameter yang diukur meliputi pengujian organoleptik (warna, bau, tekstur), derajat keasaman (pH), kandungan nutrisi silase pada lama simpan1 bulan dan 1,5 bulan. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Semua perlakuan menunjukkan warna silase yang baik, dengan rataan skor 2,3 sampai dengan 3, berwarna hijau kecoklatan sampai kekuningan. Skor bau silase yang disimpan1,5 bulan lebih tinggi dibandingkan yang disimpan 1 bulan, dan terbaik dicapai pada silase dengan penambahan fermentor 20 ml, dengan skor 3, berbau segar dan harum. Semua perlakuan menunjukkan tekstur silase yang baik, yaitu padat (tidak menggumpal, tidak berlendir). Rataan pH silase tebon jagung yang disimpan1,5 bulan lebih rendah daripada yang disimpan 1 bulan, tergolong pH yang rendah, yaitu antara 4,2 – 4,5. Silase dengan penambahan fermentor Lignochloritik 20 ml pada lama simpan 1,5 bulan menunjukkan kandungan nutrisi terbaik, yaitu air (78,07%), serat kasar (SK) (25,21%), protein kasar (PK) (10,41%) dan lemak kasar (LK) (2,13%).Disimpulkan bahwa silase tebon jagung dengan penambahan fermentor Lignochoritik 20 ml dengan lama simpan 1,5 bulan terbukti memiliki karakteristik dan kualitas silase terbaik jika dibandingkan dengan kelompok perlakuan lain.

Keywords


silase, tebon jagung,warna, bau, tekstur, nilai nutrisi

Full Text:

PDF