TEKNOLOGI PENGOLAHAN TELUR ASIN HERBAL DENGAN PROSES PENYANGRAIAN

Efi Rokana, Nunuk Helilusiatiningsih, Riska Nurtantyo Sarbini

Abstract


Saat ini konsumen khawatir adanya kandungan kolesterol yang tinggi pada telur asin itik. Kandungan lemak yang tinggi pada telur secara umum dapat mengakibatkan naiknya kadar kolesterol dalam tubuh. Oleh karena itu perlu dicari upaya untuk mengurangi kolesterol tersebut, yaitu dengan menggunakan tanaman herbal dalam pengolahan telur asin. Berdasarkan penelitian tanaman herbal yang dapat digunakan adalah daun salam dan bawang putih. Telur asin yang disangrai merupakan salah satu variasi dari pengolahan dan pengawetan telur itik. Telur asin sangrai bertujuan mengurangi kelebihan kandungan air dalam telur. Berkurangnya kadar air tersebut dapat menyebabkan meningkatkan daya simpan dan mengurangi bau amis yang ditimbulkan. Daya simpan telur itik setelah diasinkan umumnya 4-6 minggu. Telur asin yang disangrai memiliki daya simpan lebih awet 3 minggu dibandingkan dengan telur asin tanpa proses penyangraian. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif, penyuluhan, pendampingan, dan pelatihan di lokasi kedua mitra di Desa Dawung Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Pemecahan masalah pada kedua mitra dari aspek produksi dan aspek manajemen dilakukan secara bertahap. Pada setiap tahap akan dilakukan kegiatan evaluasi untuk mengetahui hasil pelaksanaannya berdasarkan indikator pencapaian dari masing-masing permasalahan kedua mitra. Hasil kegiatan Program Kemitraan Masyarakat menunjukkan bahwa target luaran sudah tercapai seluruhnya. Target luaran yang dicapai adalah: peningkatan pemahaman dan ketrampilan masyarakat dalam teknologi pengolahan telur asin herbal sangrai; pengemasan telur asin, pengoperasian dan perawatan mesin sangrai telur, pemasaran telur asin secara online, peningkatan kesehatan masyarakat; peningkatan pemahaman dan ketrampilan masyarakat dalam pencatatan keuangan usaha, produk telur asin; peningkatan omzet pada mitra, peningkatan kualitas produk, dan teknologi tepat guna, publikasi ilmiah di jurnal Nasional, pemakalah dalam temu ilmiah, didapatkannya Hak Kekayaan intelektual, Buku Ajar ber ISBN, publikasi di media massa. Kesimpulan dari pelaksanaan program PKM ini adalah bahwa kedua mitra sudah mulai memahami dan memiliki ketrampilan dalam hal deversifikasi produk telur asin; pengemasan produk yang aman dan memiliki nilai estetika; memahami dan memiliki ketrampilan dalam hal pemasaran produk secara online; memahami arti pentingnya jaminan keamanan produk untuk dikonsumsi dan produk yang dihasilkan telah memiliki No PIRT dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri; memahami dan memiliki ketrampilan dalam hal pencatatan keuangan secara tertib dan teratur; sudah dapat mengoresikan dan merawat mesin penyangrai telur untuk mengurangi kadar air telur asin yang diproduksi. Saran yang dapat diberikan adalah agar pemanfaatan mesin penyangrai telur dan penerapan teknologi dalam pengolahan telur asin herbal dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas, maka kiranya sangat diperlukan program kerja dan dukungan dana yang sinergis antara UNISKA dengan instansi terkait baik pemerintah maupun swasta.

Keywords


kolesterol, herbal, sangrai, diversifikasi produk, pemasaran secara on-line

Full Text:

PDF