PENGARUH PEMBUNGKUSAN PADA KANDUNGAN PIGMEN KULIT BUAH MANGGA HIBRIDA HASIL SILANGAN ARUMANIS DENGAN LIAR ( Cg-48xCg 299/1)

Syarif Husen

Abstract


Untuk meningkatkan daya saing ekspor mangga telah dilakukan perbaikan sifat buah mangga Arumanis yang berwarna hijau dengan klon mangga merah Cukurgondang melalui hibridisasi, sehingga hibrida yang dihasilkan memiliki warna merah yang eksotik , disamping itu juga dilakukan penerapan pembungkusan buah sehingga dapat meningkatkan kualitas buah dan memiliki daya saing dipasar internasional. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur milik Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok- Sumatera Barat . Analisis pigmen kulit buah mangga dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Materi tanaman adalah mangga hibrida (F1) berumur 4 tahun hasil persilangan kultivar mangga Arumanis -143( Cg-48) yang memiliki warna hijau pada kulit buah dengan klon mangga merah Cukurgondang Liar (Cg-299/1) Tanaman ditanam dengan jarak 4 x 4 meter dengan pemeliharaan yang optimal. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial, faktor Pertama adalah jenis pembungkus dengan tiga level yaitu tanpa pembungkus, bungkus kain tangerine dan bungkus kertas samson, faktor kedua adalah waktu pembungkusan buah mangga dengan tiga level yaitu 3,6 dan 9 minggu setelah tanaman berbunga . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada efek interaksi antara jenis bahan pembungkus dengan waktu pembungkusan buah, namun secara terpisah jenis dan waktu pembungkusan berpengaruh pada kandungan pigment kulit buah yaitu klorofil , antosianin dan warna kulit buah.

Keywords


Mangga, Hibrida, Pembungkusan buah.

Full Text:

PDF