KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI PADI DI DAERAH “KANTONG PERANTAU” SUMATERA BARAT

Roni Afrizal, Noor Rizkiyah, Iis Ismawati

Abstract


Merantau merupakan salah satu ciri khas yang melekat erat pada masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Sebagai salah satu bentuk migrasi rural-urban, merantau tentu akan memberikan dampak terhadap kegiatan sektor pertanian dan keluarga petani yang ditinggalkan di daerah asal. Hasil studi empiris sampai saat ini menunjukkan bahwa aktivitas migrasi memberikan dampak bervariasi terhadap sektor pertanian. Sehingga studi tentang migrasi masih terbuka luas untuk terus digali dan didalami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakteristik sosial ekonomi petani padi yang tinggal di daerah penghasil perantau di Sumatera Barat. Kondisi kepemilikan lahan, alokasi tenaga kerja,produksi dan pendapatan petani diperlukan sebagai bahan penentu kebijakan dan solusi dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani guna mendorong tercapainya swasembada dan kemandirian pangan nasional. Penelitian dilakukan di tiga kabupaten yang menjadi daerah kantong perantau Sumatera Barat yaitu Tanah Datar, Solok dan Padang Pariaman. Metode yang digunakan adalah survey dan wawancara melalui kuisioner terstruktur kepada responden. Analisis yang digunakan adalah deskriptif dan finansial. Hasil analisa menggambarkan kegiatan usahatani yang dilakukan oleh petani yang ditinggal merantau telah memberikan tingkat keuntungan yang memuaskan. Namun demikian besarnya biaya tenaga kerja sewa yang rata-rata mencapai 80% dari total biaya usahatani memberikan sinyal bahwa merantau telah berdampak dalam mengurangi ketersediaan tenaga kerja dalam keluarga. Dengan demikian diperlukan optimalisasi teknologi yang dapat memaksimalkan potensi tenaga kerja keluarga yang tersedia melalui tambahan kontribusi perantau dalam membantu permodalan usahatani di daerah asalnya.

Keywords


Migrasi, Merantau, Petani, Padi, Sumatera Barat

Full Text:

PDF