PENGARUH PENGGUNAAN PEMBENAH TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG, DI KECAMATAN JUNREJO, KOTA BATU.

Lilia Fauziah, Sri Zunaini Sa’adah

Abstract


Pengelolaan lahan jagung dengan pemupukan secara rasional merupakan upaya meningkatkan efisiensi biaya produksi dan mengoptimalkan peningkatan produksi jagung. Penambahan unsur melalui pemupukan yang dilakukan secara tidak berimbang dapat menyebabkan terjadinya pengurasan beberapa unsur hara dalam tanah secara cepat. Kondisi semacam ini mengakibatkan terjadinya penurunan kesuburan tanah (Tisdale et al., 1985; Karama, 2000). Salah satu faktor penyebab tidak optimalnya sarapan unsur hara oleh tanaman termasuk tanaman jagung adalah tingkat keasaman tanah (pH). Pada tingkat keasaman yang rendah, unsur hara dapat menjadi tidak tersedia akibat unsur tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman (Tisdel and Nelson, 1975). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Percobaan dilaksanakan di desa Jeding, kecamatan Junrejo, Kota Batu. Percobaan dilaksanakan pada musim penghujan (MH) 2016-2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang diulang 3 kali, kemudian data dianalisa dengan ANOVA dilanjutkan Uji Beda Nyata Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penambahan pembenah tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. Pemupukan sesuai anjuran yaitu NPK 450 kg/ha + Urea 350 kg/ha yang diikuti dengan pemberian pembenah tanah dengan dosis 500 kg/ha, menghasilkan performa tanaman jagung yang paling baik dan hasil yang paling tinggi, yaitu 11,92 ton/ha.

Keywords


jagung, pembenah tanah, pemupukan.

Full Text:

PDF