PERSEPSI KONSUMEN PADA SEMPOL WORTEL DI KOTA MALANG

Herdinastiti ., Maria Puri Nurani, Sri Susilowati

Abstract


Sempol merupakan makanan fenomenal dari kota malang yang saat ini sedang trend di masyarakat karena cara penyajian yang berbeda. Penyajian sempol menggunakan lidi bambu sebagai pegangan kemudian digoreng dengan di celupkan ke kocokan telur. Secara garis besar bahan pembuatan sempol sama dengan bahan pembuatan bakso yaitu tepung tapioka, daging, bumbu-bumbu berupa bawang putih, garam dan merica serta air. Ada 2 tahap pengujian yang dilakukan pada sempol. Uji organoleptik 1 untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap beberapa sempol yang beredar di Malang. Pengujian kedua adalah dengan menambahkan nilai gizi sempol dengan cara menambahkan wortel dalam adonan sempol. Wortel yang digunakan adalah wortel tolakan yang mempunyai nilai ekonomi rendah. Ada 3 tingkat penambahan wortel yaitu sebesar 10%, 20% dan 30% dari total adonan yang dibuat. Dari pengujian organoleptik pertama didapatkan hasil untuk aspek rasa panelis lebih menyukai sempol di Jl. Dieng, sedangkan aspek kekenyalan panelis lebih menyukai sempol di ITN. Analisis data dilakukan dengan cara mentabulasi data yang diperoleh dan membuat Tabel Frekuensi. Dalam uji organoleptik 2 nilai F Hitung < F Tabel, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada beda nyata, sehingga sempol dengan wortel 30% yang dipilih menjadi kesukaan panelis. Persepsi konsemen sempol wortel tolakan terhadap rasa, aroma, dan tekstur dinilai baik. Sedangkan penampilan dinilai biasa saja.

Keywords


sempol, wortel, persepsi.

Full Text:

PDF