IbM DI DESA PANDANSARI KECAMATAN PONCOKUSUMO MALANG

Ahmad Waluya Jati, Sri Wahjuni Latifah, Setu Setyawan

Abstract


Kelompok Mitra IbM desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Malang mata pencaharian utamanya adalah bertani dengan komoditas utama tanaman jeruk dan sayuran, sebagian ada pula jagung, dan ketela pohon. Pada Februari 2016 telah terjadi gempa beruntun yang disertai dengan letusan pada gunung Bromo. Dampak tersebut telah dirasakan oleh Mitra IbM, terhadap lahan pertaniannya, karena guyuran abu vulkanik ini telah merusak tanaman apel dan komoditas lainnya.Tanah pertaniannya termasuk tadah hujan dan belum ada saluran irigasi. Ketika musim kemarau tiba nyaris lahan tidak bisa diolah dan ditanami, sehingga untuk mencukupi kebutuhan ekonomi banyak anggota mitra yang menganggur atau beralih pekerjaan sebagai buruh serabutan dan membiarkan lahannya kosong/ menjadi lahan tidur. Solusi yang kami tawarkan kemitra IbM kelompok tani adalah membuat media tanam jamur tiram / baglog, secara mandiri yang siap digunakan untuk berproduksi sehingga mitra kelompok bisa membuat sendiri bibit jamur F0, F1 dan F2, dengan demikian mitra kelompok tidak lagi membeli bibit dari produsen lain yang harganya cukup mahal.Untuk awal produksi yang kami tawarkan adalah skala rumah tangga dan dalam 3 bulan berikutnya dapat berproduksi dalam skala yang lebih besar sehingga bisa mendapatkan penghasilan.Target dan luaran dari pengabdian IbM ini antara lain 1)Terciptanya media tanam jamur tiram / baglog. Mitra dapat membuat baglog, secara mandiri yang siap digunakan untuk berproduksi.2).Terciptanya teknik pembuatan bibit induk (F0,F1 dan F2). 3) Terciptanya produksi jamur tiram. Selama satu periode/tiga bulan dalam skala rumah tangga dapat di produksi : 2.880 kg , dengan kisaran pendapatan setara Rp 3.360.000,00/ bulan. 4) Terciptanya keanekaragaman makanan berbasis jamur, tiram yaitu bakso jamur, bakwan, cripsy jamur, nugget dan kripik jamur.

Keywords


Jamur Tiram, Produksi, Pemberdayaan

Full Text:

PDF