ANALISA PEMODELAN CETAKAN COR UNTUK PADUAN ALUMINIUM

Gatra Anugrah Pratama, Prantasi Harmi Tjahjanti

Abstract


Proses pengecoran adalah proses menuangkan fluida cor cair yang panas ke dalam suatu wadah atau cetakan. Untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu cetakan dengan cara mendesain, membuat cetakan cor kemudian menguji cobanya. Jika gagal maka perlu membuat ulang. Hal tersebut dianggap memakan waktu yang relatif lama. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat suatu desain sederhana, analisa dan simulasi terhadap cetakan cor jenis gravitasi dengan menggunakan software Solidworks 2013. Jenis material yang digunakan dalam penelitian ini adalah besi ASTM A36, keramik Alumina Al203 dan Karbon fiber yang masing-masing memiliki ketebalan 10mm, 20mm dan 30mm. Seluruh material tersebut diuji ketahanannya terhadap tekanan, tegangan dan panas menggunakan menu Solidworks Simulation. Dalam proses analisa tekanan dan tegangan perlu memasukkan nilai beban yang didasarkan pada massa cairan cor paduan aluminium. Sedangkan untuk analisa energi panas (Thermal) yang perlu dimasukkan ke dalam pengaturan simulasi adalah berdasar pada titik cair dari paduan aluminium jenis AlSiMg sebesar 660,2oC yang dibulatkan menjadi 700o C. Untuk menentukan bahwa suatu benda tersebut aman atau tidaknya didasarkan pada perhitungan Safety of Factor dari Material Strenght dibagi Design Strenght. Hasil dari analisa dan simulasi tegangan adalah menghindari penggunaan cetakan dengan tebal 10mm karena menurut perhitungan safety factor hasil yang didapat adalah dibawah 1 sehingga cetakan tersebut belum bisa dikatakan tidak aman. Untuk menambah keakuratan suatu hasil maka nilai heat flux dan konveksi dibandingkan dengan perhitngan manual. Untuk hasil konveksi cetakan cor terhadap udara luar yang paling cepat mengeluarkan panas adalah cetakan yang memiliki ketebalan 30mm dengan nilai sebesar 83,9W ASTM A36, 87,15W Alumina dan 89,56W karbon fiber.

Keywords


Solidworks, Safety Factor, Simulation, Heat Flux, ASTM A36.

Full Text:

PDF