ANALISIS KEKUATAN LENTUR PLAFON KOMPOSIT SERAT RUMPUT PAYUNG (Cyperus Alternifolius) DENGAN MATRIK EPOXY

Benedictus Sonny Yoedono, D. J. Djoko Herry Santjojo, Bernardus Martino

Abstract


Bahan komposit adalah salah satu inovasi penting di bidang teknologi bahan. Kombinasi bahan penguat (reinforcement) dan matrik (matrix) di dalam komposit, memberikan banyak sekali keuntungan jika dibandingkan hanya satu bahan saja. Bahan penguat dapat berasal dari bahan alam maupun bahan sintetis. Penggunaan bahan alam sebagai bahan penguat, dapat memberikan manfaat yang cukup banyak, antara lain keluwesan desain, ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan memiliki karakteristik mekanik yang baik.Penggunaan bahan komposit sebagai bahan plafon telah banyak ditemui. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis karakter mekanik komposit dengan komposisi 80% serat rumput payung (cyperus alternifolius) dan 20% matrik epoxy yang akan digunakan sebagai bahan plafon. Secara khusus karakter yang ditinjau adalah hubungan ketebalan bahan terhadap kekuatan lenturnya. Variasi ketebalan plafon dibuat mulai tebal 5 mm, 7 mm, dan 9 mm. Pembuatan benda uji dan pengujian lentur dilakukan berdasarkan ASTM C367/367M – 09. Dari hasil pengujian, diperoleh nilai MOR tertinggi sebesar 3,2 N/mm2 terdapat pada spesimen dengan ketebalan 5 mm dengan pengujian beban searah serat dan sebesar 4,1 N/mm2 dengan pengujian beban berlawanan arah serat. Sedangkan nilai MOE tertinggi sebesar 53,9 N/mm2 terdapat pada spesimen dengan ketebalan 7 mm dengan pengujian beban searah serat dan sebesar 35,3 N/mm2 pada spesimen dengan ketebalan 5 mm. Selain itu dapat diketahui bahwa serat dan matrik dapat berinteraksi dengan baik dalam mendukung kekuatan lentur, hal ini terlihat pada bentuk keruntuhan benda uji, dimana saat tercapai beban maksimum benda uji tidak sampai patah

Keywords


epoxy, komposit, kuat lentur, plafon, serat rumput payung (cyperus alternifolius).

Full Text:

PDF