AKTIVITAS CUKA UMBI BIT SEBAGAI ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA, ANTIHIPERGLIKEMIA DAN ANTIHIPERURISEMIA TERHADAP TIKUS PUTIH

Gasa Atma Saputra Saputra, Valentina Puspa Corniawanti, Ernanin Dyah Wijayanti, Ayu Wahyuningsih, Ike Khustina, Sebastianus Kodu

Abstract


Bit (Beta vulgaris) adalah tumbuhan dengan aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga dapat digunakan untuk penyakit degeneratif diantaranya hiperkolesterolemia, hiperglikemia dan hiperurisemia. Dalam penelitian ini bit dibuat dalam bentuk fermentasi cuka, karena proses fermentasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dari umbi bit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas cuka umbi bit sebagai antihiperkolesterolemia, antihiperglikemia dan antihiperurisemia pada tikus putih galur wistar. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Mikrobiologi Akademi Putra Indonesia Malang. Tahapan dari penelitian ini meliputi pembuatan fermentasi cuka umbi bit, skrining fitokimia cuka umbi bit, aklimatisasi tikus putih galur wistar, pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah dan asam urat awal, pemberian induksi untuk hiperkolesterolemia, hiperglikemia dan hiperurisemia, pemeriksaan darah kembali setelah induksi, pemberian cuka umbi bit dengan 3 variasi dosis yaitu 0,27 ml, 0,54 ml dan 1,08 ml/200 g BB tikus, pemeriksaan kadar darah setelah perlakuan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan cuka umbi bit dapat menurunkan kadar kolesterol, gula darah dan asam urat pada tikus putih galur wistar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah cuka umbi bit memiliki aktivitas antihiperkolesterolemia, antihiperglikemia dan antihiperurisemia terhadap tikus putih galur wistar. Diharapkan cuka umbi bit dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai obat alternatif dari bahan alam untuk terapi penyakit degeneratif diantaranya hiperkolesterolemia, hiperglikemia dan hiperurisemia.

Keywords


antihiperglikemia, antihiperkolesterolemia, antihiperurisemia, cuka umbi bit, fermentasi

Full Text:

PDF