PENGELOLAAN RUMAH TINGGAL SEHAT TERHADAP RAGAM CEMARAN MIKROBA PADA RUMAH PERKOTAAN

Erni Yohani Mahtuti, Nining Loura Sari

Abstract


Masalah rumah di perkotaan menyangkut kualitas dan kwantitas. Menurut Ditjen PPM dan PL, (2002) penyakit ISPA penyebab kematian kedua, tuberculosis ketiga, diare keempat, ini erat kaitannya dengan kondisi sanitasi rumah yang tidak sehat. Kondisi udara dan kelembaban mempengaruhi jumlah mikroba udara. Keberadaan mikroba udara dalam rumah menyebabkan masalah kesehatan pada rumah tinggal. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jumlah dan ragam mikroba. Parameternya ragam cemaran bakteri dan jamur. Jenis penelitian deskriptif observasional laboratorik. Sampel 12 rumah di pusat kota Malang, kecamatan Klojen, Kelurahan Kiduldalem. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode penelitian (1) isolasi mikroba dan (2) identifikasi mikroba. Hasil dikarakterisasi dengan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Data berupa jumlah rerata jamur dan bakteri pada masing-masing ruang dalam rumah yakni ruang tamu, kamar tidur, ruang keluarga, dapur dan kamar mandi. Hasil penelitian 1) jumlah koloni jamur rata-rata pada ruang tamu: 46.2, kamar tidur: 55.7, ruang keluarga: 50.7, dapur: 48.2 dan kamar mandi: 71. 2) Jumlah bakteri pada ruang tamu: 96.2, kamar tidur: 73.4 , ruang keluarga: 86.8, dapur: 52.2 dan kamar mandi: 45.2. Hasil identifikasi ragam cemaran jamur yakni Aspergillus niger, Aspergillus flavus dan Trichosporun mucoides. Sedangkan ragam cemaran bakteri yang ditemukan adalah Escherichia coli inactive, Acinetobacter lwoffii, dan Klebsiella azaenae. Dengan diketemukannya ragam cemaran mikroba ini maka perlu pengelolaan rumah perkotaan agar menjadi rumah sehat, yakni dengan memenuhi persyaratan kesehatan suatu rumah tinggal sesuai dengan Permenkes No.829/Menkes/SK/VII/1999.

Keywords


cemaran, mikroba, pengelolaan, rumah, sehat

Full Text:

PDF