ANALISIS PENYAKIT TUBERCULOSIS-HIV (TB-HIV) DI KABUPATEN PONOROGO

Nurul Sri Wahyuni, Metti Verawati

Abstract


Penyakit TB merupakan salah satu penyakit infeksi yang prevalensinya paling tinggi di dunia. Lebih dari delapan juta populasi terkena TB aktif setiap tahunnya dan sekitar dua juta meninggal. Infeksi HIV yang dianggap permanen berbanding terbalik dengan infeksi TB yang hanya sementara. Pengobatan TB dianggap dapat menyembuhkan, sementara HIV dianggap sebagai penyakit yang “mematikan” meskipun dengan penggunaan antiretroviral. Namun, meskipun infeksi ini memiliki identitas yang berbeda, kedua infeksi ini menjadi sangat terkait, karena orang yang terkena TB juga diasumsikan memiliki HIV.Stigma ini biasanya terkait dengan HIV juga ditularkan pada orang dengan TB.TB menjadi tidak diinginkan dan memiliki stigma yang tinggi seperti HIV. Oleh karena itu, berbagai rencana strategis dan rencana aksi nasional yang ditetapkan, program kerja yang diagendakan, dan peraturan yang telah dikeluarkan harus kaji tingkat implementasinya. Perlu ada kajian, evaluasi, dan analisis untuk melihat apakah kebijakan tersebut telah mencapai sasaran dan diperoleh hasil yang sesuai harapan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis situasi penyakit TB di Kabupaten Ponorogo.Secara umum, penelituan ini bertujuan untuk menganalisis situasi penyakit TB-HIV di Kabupaten Ponorogo. Sedangkan secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendapatkan data dan analisa proporsi anggaran kesehatan dan penggunaan anggaran,; 2) Mendapatkan data dan analisa profil layanan kesehatan, focus pada layanan kesehatann untuk penderita TB-HIV Kabupataen Ponorogo; 3) Mendapatkan data dan analisa prevalensi penderita TB-HIV; 4) Mendapatkan data dan analisa stake holder potensial dalam penaggulangan TB-HIV (NGO dan pemerintah); dan 5) Mendapatkan dokumen analisa situasi advokasi terkait pelayanan kesehatan, focus pada TB-HIV.Kegiatan penelitian yang sudah pada tahun pertama ini adalah: 1) Melakukan Tinjauan situasi kasus TB-HIV di Kabupaten Ponorogo, melakukan kajian atas data atau kondisi keadaan kasus TB-HIV yang meliputi aspek prevalensi, demografi, kebijakan, dan anggaran penanggulangan TB-HIV, serta kondisi pelayanan kesehatan di lapangan. 2) Melakukan analisis situasi, yang meliputi tiga kegiatan besar yaitu assesment, analisa (menganalisis akar masalah/Root Cause Analysis/RCA, Analisis sebab akibat, Analisis profil, Analisis Disabilty Adjusted Live Years/DALY, analisis peran stakeholder, dan action.

Keywords


Prevalensi, Penyakit TB-HIV, penyakit TB-DM

Full Text:

PDF